Uni Emirat Arab Siapkan US$5 Juta untuk Kembangkan Pariwisata Pulau Komodo

Pariwisata1024 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, KUPANG – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana sebesar US$5 juta untuk pengembangan pariwisata di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


Hal itu disampaikan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, saat berkunjung ke Kantor Gubernur NTT di Kupang, Jumat, 7 November 2025. 

Abdulla datang bersama sejumlah pejabat Kedutaan Besar UEA di Jakarta untuk menjajaki potensi investasi di sektor pariwisata, khususnya di kawasan Labuan Bajo dan Pulau Komodo.

Rombongan diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, didampingi pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT. 

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, diawali dengan penayangan video profil Provinsi NTT dan sektor-sektor potensial yang dapat dikerjasamakan.

“Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Kami berharap perjalanan Anda di NTT menyenangkan,” ujar Johni Asadoma, seperti dikutip dari laman resmi Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Selasa, 11 November 2025.


BACA JUGA :
– Lima Contoh Investasi Properti Menjanjikan di Labuan Bajo
– Jelajah Pulau Sumba 4 Hari 3 Malam bersama LABAHO
– Mawatu Labuan Bajo Diserbu 70 Ribu Pengunjung Dalam Sebulan 
– Masuk Labuan Bajo Bakal Lebih Mudah di Tahun 2026, Kenapa?
– Tips Hemat Nikmati Open Trip ke Wae Rebo


Johni berharap, dukungan investasi dari UEA tak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga mencakup bidang perikanan, kesehatan, infrastruktur, dan pengentasan stunting. 

“Uni Emirat Arab sudah berinvestasi di tempat lain di Indonesia. Ini saatnya Anda berinvestasi di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Menanggapi hal itu, Abdulla menyampaikan bahwa UEA ingin menjadi bagian dari kisah sukses pembangunan di NTT, terutama di bidang pariwisata.

“Nusa Tenggara Timur selalu kami perhitungkan. Banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan sukses itu,” ujar Abdulla.

Menurutnya, UEA meski merupakan negara muda, kini telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi besar. Ia menilai, hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia yang sudah terjalin selama 48 tahun kini memasuki tahap baru.


BACA JUGA :

– Tari Caci di Kampung Melo, Warisan Budaya Lelaki Manggarai
– Jelajah Pulau Sumba 4 Hari 3 Malam bersama LABAHO
– Tarif Sewa Motor dan Mobil Terbaru 2025 di Labuan Bajo
– Rudi Sembiring Meliala, Sosok Visioner Penggerak Bisnis Modern Indonesia
– Open Trip Nuca Molas, Jelajah Spot Mirip Jurassic Park di NTT


“Hubungan kedua negara berada di level tertinggi. Kini saatnya kita bergerak ke spektrum baru, dari sektor tradisional ke sektor-sektor seperti pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” ucapnya.

Abdulla juga menekankan pentingnya perbaikan ekosistem pariwisata komodo, agar satwa endemik tersebut dapat ditampilkan dengan lebih baik kepada dunia. 

“Komodo butuh ekosistem yang lebih baik, manifestasi yang lebih baik dalam cara kita menampilkan komodo,” ujarnya.

Ia menyebut, proyek pengembangan tersebut juga akan melibatkan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan lembaga pendidikan lokal lainnya untuk riset dan pelestarian.


Pemerintah UEA, kata Abdulla, telah menyiapkan bantuan dana sebesar US$5 juta melalui kementerian terkait untuk mendukung pelestarian komodo dan pengembangan destinasi wisata di sekitarnya. 

“Proyek ini sudah lama dicanangkan, kami harap bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Media ini telah mencoba mengonfirmasi rencana tersebut kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, pada Senin, 10 November 2025, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.