Keindahan Desa Wae Rebo, Kampung Adat Langka di Manggarai  

Pariwisata38 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Desa Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Indonesia yang masih terjaga keasliannya. Meski belum begitu dikenal luas oleh wisatawan domestik, desa adat ini justru lebih dulu menarik perhatian pelancong mancanegara.


Berada di kawasan pegunungan Flores, tepatnya di wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Wae Rebo menawarkan suasana pedesaan yang sejuk, tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk kota, dengan latar alam perbukitan hijau yang menenangkan.

Akses Menuju Desa Wae Rebo

Perjalanan menuju Wae Rebo memang membutuhkan usaha ekstra, namun sebanding dengan pengalaman yang akan didapatkan. Wisatawan dapat memulai perjalanan udara menuju bandara terdekat, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Labuan Bajo. Dari sana, perjalanan diteruskan menuju Desa Denge selama beberapa jam.

Setibanya di Denge, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menyusuri jalur pegunungan selama kurang lebih empat jam. Jalur ini melewati hutan, sungai kecil, serta tanjakan yang cukup menantang hingga akhirnya tiba di Desa Wae Rebo yang berada di lembah pegunungan.

Biaya dan Paket Kunjungan

Tidak ada tiket masuk resmi untuk mengunjungi Desa Wae Rebo. Namun, wisatawan disarankan menggunakan jasa pemandu lokal atau paket wisata untuk keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Paket kunjungan satu hari biasanya mencakup transportasi, pendampingan pemandu, serta durasi perjalanan yang cukup panjang.


BACA JUGA :

– Tragedi Laut TNK: Kronologi Tenggelamnya Pinisi Putri Sakinah
– Cuaca Ekstrim, Pelayaran ke Padar dan Komodo Ditutup Sementara
– Mengunjungi Labuan Bajo Saat Januari, Amankah untuk Wisatawan?
– 5 Alasan Labuan Bajo Layak Jadi Destinasi Liburan 
– Apakah Bisa Diving di Labuan Bajo Bulan Januari?


Dengan mengikuti paket wisata, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dan memahami nilai budaya yang masih dijaga dengan kuat oleh warga desa.

Keunikan Desa Wae Rebo

1. Sejarah Leluhur yang Unik

Wae Rebo memiliki cerita asal-usul yang menarik. Konon, leluhur masyarakat desa ini berasal dari perantauan jauh dan menetap di kawasan pegunungan Flores hingga akhirnya membentuk komunitas adat yang bertahan hingga kini.

2. Rumah Adat Mbaru Niang

Ciri khas utama Desa Wae Rebo adalah rumah adatnya yang berbentuk kerucut, dikenal dengan sebutan Mbaru Niang. Rumah ini memiliki beberapa tingkat dengan fungsi berbeda, mulai dari ruang berkumpul, tempat penyimpanan hasil panen, hingga ruang ritual adat.

3. Jumlah Rumah yang Terbatas

Di Desa Wae Rebo hanya terdapat tujuh rumah adat utama yang dihuni oleh seluruh warga desa. Jumlah ini memiliki makna filosofis tersendiri dan dijaga agar tidak berubah.

4. Pengakuan Dunia Internasional

Keaslian budaya dan arsitektur Wae Rebo membuat desa ini mendapat pengakuan internasional. Pada 2012, Wae Rebo memperoleh penghargaan dari UNESCO sebagai kawasan warisan budaya yang perlu dilestarikan.

5. Trek dan Wisata Petualangan

 Kawasan perbukitan di sekitar Wae Rebo juga menawarkan jalur petualangan yang menantang. Aktivitas seperti trekking, motor trail, hingga jeep off-road menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pecinta adrenalin, dengan pemandu lokal yang siap mendampingi.

Pengalaman Tak Terlupakan di Wae Rebo

Mengunjungi Desa Wae Rebo bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan pengalaman budaya yang mendalam. Wisatawan dapat menyaksikan langsung kehidupan masyarakat adat yang masih memegang teguh tradisi leluhur, sekaligus menikmati keindahan alam Flores yang autentik. Wae Rebo menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Indonesia mampu memikat perhatian dunia.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.