KSOP Hentikan Sementara Pelayaran Wisata di Labuan Bajo Akibat Ancaman Cuaca Buruk

Pariwisata59 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Otoritas pelabuhan di Labuan Bajo menghentikan sementara aktivitas pelayaran kapal wisata menyusul kondisi cuaca yang dinilai berisiko. Kebijakan ini mencakup seluruh armada wisata, termasuk speed boat, yang biasa melayani perjalanan ke sejumlah destinasi bahari di wilayah Manggarai Barat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Penghentian sementara tersebut merupakan tindak lanjut dari Maklumat Pelayaran Nomor 05/MP-I/2026 yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo pada Senin, 12 Januari 2026.

“Penutupan layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) berlaku efektif mulai tanggal 12 hingga 15 Januari 2026, atau hingga kondisi cuaca dinyatakan membaik oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” demikian tertulis dalam maklumat yang diperoleh Liputan6.com, dilansir Liputan6.com, Selasa (13/1 2026).

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG Direktorat Meteorologi Maritim, terdapat tujuh titik wisata laut yang masuk dalam pemantauan khusus selama periode 12 hingga 14 Januari 2026. Lokasi tersebut meliputi Manta Point, Gili Lawa Laut, Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Papagarang, Pulau Rinca, dan Pulau Sabolo.


BACA JUGA :

– The Seraya Resort Komodo, Resort Eksklusif Dekat Pulau Komodo
– Manta Point Labuan Bajo, Spot Favorit Bertemu Pari Manta
– Pulau Sabolo Besar, Daya Tarik Alam dan Laut di Labuan Bajo
– Gili Lawa Labuan Bajo, Keindahan Alam di Utara Komodo
– Hujan Disertai Angin Guyur Labuan Bajo


Di Manta Point, kondisi cuaca pada 13 Januari diperkirakan hujan disertai potensi petir dan arus laut kuat, sementara pada 14 Januari cuaca berangsur membaik. Gili Lawa Laut dan Pulau Kanawa juga diprediksi mengalami hujan dan petir pada malam hari, sebelum kembali berawan di hari berikutnya.

Sementara itu, Pulau Padar dan Pulau Rinca diprakirakan mengalami hujan disertai petir pada 13 Januari, namun kondisi laut relatif lebih tenang pada 14 Januari. Pulau Papagarang dan Pulau Sabolo masih berpotensi berawan dengan gelombang cukup tinggi di beberapa waktu.

Larangan berlayar ini ditetapkan setelah KSOP menerima laporan tinggi gelombang dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau per 11 Januari 2026, serta hasil pemantauan kondisi lapangan dari petugas darat dan kapal yang beroperasi di perairan sekitar Labuan Bajo.

Dalam maklumat tersebut, pihak syahbandar menekankan empat poin penting kepada seluruh nakhoda dan awak kapal.

  1. Memastikan kondisi kapal laik laut dan segera mencari perlindungan bila cuaca memburuk.
  2. Kedua, menjaga komunikasi antar kapal untuk berbagi informasi bahaya.
  3. Ketiga, kapal diwajibkan berlabuh di lokasi aman dengan mesin siaga dan pengawasan awak kapal.
  4. Keempat, nakhoda diminta segera berkoordinasi dengan syahbandar dan BASARNAS apabila menghadapi situasi darurat.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kecelakaan laut di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo. Pelaku usaha pariwisata serta wisatawan diminta memahami dan mematuhi kebijakan tersebut demi keselamatan bersama.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *