Polisi Periksa Dua Pejabat KSOP Labuan Bajo Terkait Karamnya KM Putri Sakinah

Ragam164 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pihak kepolisian memeriksa dua pejabat KSOP Kelas III Labuan Bajo terkait karamnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang menewaskan turis asal Spanyol.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

“Ini pemeriksaan kedua berkaitan dengan KM Putri Sakinah,” kata Maxianus, dilansir liputan6.com, Jumat (23/1/2026).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Candra meminta media bersabar menunggu hasil pemeriksaan tim penyidik.

“Mohon waktu, teman-teman penyidik sedang bekerja,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha KSOP Kelas III Labuan Bajo, Prastowo Sri Nugroho Jati, menegaskan semua informasi terkait kecelakaan harus berasal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.


BACA JUGA :

– Klarifikasi KSOP Labuan Bajo soal Isu Pungutan Kapal Wisata
– Pariwisata Ditutup, DPRD Desak Kemenhut Perhatikan Nasib Warga Pulau Komodo
– Satlantas Polres Mabar Libatkan Instansi dalam Sosialisasi Tertib Lalin
– Pusat Kuliner Kampung Ujung Kini Miliki Sistem Pengaduan Digital
– Pergerakan Penumpang di Bandara Komodo Terpantau Minim Aktivitas


“Untuk statement ke media kami belum bisa, sekali lagi karena kami dapat informasi terkait penyampaian itu harus dari kantor pusat. Pokoknya semua yang berhubungan dengan informasi soal kapal ini harus dari pusat, jadi kami hold dulu,” jelas Prastowo.

Sebelumnya, Polda NTT telah menetapkan nahkoda dengan inisial L dan seorang ABK mesin berinisial M sebagai tersangka. Keduanya diduga lalai sehingga menyebabkan kematian penumpang, dan dijerat pasal KUHP terkait kelalaian yang menimbulkan kematian.

Proses koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk pengiriman berkas perkara Tahap I masih berjalan.

“Proses tersebut masih berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” kata Henry.

KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang tenggelam sekitar pukul 21.00 Wita pada 26 Desember 2025. Enam korban adalah wisatawan Spanyol dari satu keluarga: pelatih sepakbola Valencia, Martin Carreras Fernando, istrinya Mar Martinez Ortuno, dan empat anak mereka.

Martin Carreras Fernando beserta tiga anaknya tidak berhasil selamat. Tiga korban ditemukan meninggal, sedangkan satu lainnya dinyatakan hilang saat operasi SAR berakhir pada 9 Januari 2026.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *