KSOP Kembali Izinkan Kapal Wisata Berlayar di Labuan Bajo

Pariwisata57 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Setelah lebih dari satu bulan aktivitas pelayaran wisata dihentikan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo akhirnya kembali mengaktifkan layanan keberangkatan kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Meski begitu, operasional tahap awal hanya berlaku bagi armada kapal cepat atau speedboat.

“Mulai malam ini (SPB diberikan),” kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, dilansir Detikbali, Selasa (3/2/2026).

Stephanus menjelaskan, izin berlayar tersebut dibatasi hanya untuk rute menuju Pulau Rinca di kawasan Taman Nasional Komodo. Sementara kapal wisata berukuran besar seperti pinisi belum diperkenankan melaut. Akses ke destinasi lain di TN Komodo juga masih belum dibuka.

Pihak KSOP telah menerbitkan pemberitahuan resmi kepada pelaku pelayaran melalui maklumat atau Notice to Mariners (NtM) terkait pengoperasian speedboat tujuan Rinca. 

Kebijakan ini ditetapkan setelah mempertimbangkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hasil pemantauan dari pos darat, serta laporan kondisi laut dari kapal yang beroperasi.

“Maka pelayanan SPB dapat diberikan untuk kapal jenis speedboat dengan tujuan Rinca,” jelas Stephanus.

“Untuk jenis kapal lainnya akan menyesuaikan dengan perkembangan prakiraan cuaca maritim BMKG,” imbuhnya.


BACA JUGA :

– Donor Darah Warnai HUT ke-54 Basarnas di Labuan Bajo, 56 Kantong Terkumpul
– KSOP Perpanjang Penutupan Kapal Wisata di Labuan Bajo sampai 4 Februari
– Kapal Wisata Ditutup, Sejumlah Destinasi Darat Labuan Bajo Tetap Beroperasi
– Wisata Tanpa Izin, 16 Turis Asing Dihentikan Petugas TN Komodo
– Retribusi Sampah Manggarai Barat Tembus Rp 3,3 Miliar


Ia juga mengingatkan para nakhoda agar memastikan kondisi kapal benar-benar laik laut sebelum berangkat serta segera mencari tempat aman apabila cuaca memburuk. Komunikasi dengan otoritas pelabuhan diminta terus dilakukan selama pelayaran berlangsung.

“Berkoordinasi dengan syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk,” tandas Stephanus.

Sebelum keputusan pembukaan ini diambil, para pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo sempat mengeluhkan lamanya penghentian operasional kapal wisata. 

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas usaha dan menurunkan pendapatan, sehingga mereka mendesak agar akses pelayaran segera diaktifkan kembali.

Penghentian pelayaran telah diberlakukan sejak 26 Desember 2025 setelah insiden karamnya kapal pinisi Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar.

Kecelakaan itu menyebabkan korban meninggal dunia, di antaranya pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, beserta tiga orang anaknya.

Meski sempat dibuka sementara selama tiga hari pada 9 hingga 11 Januari, operasional kembali dihentikan pada 12 Januari. Sejak saat itu, masa penutupan diperpanjang beberapa kali mengikuti situasi dan kondisi cuaca.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.