LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Perselisihan antara Pater Marsel Agot, SVD dan Alosius Oba soal sengketa tanah di Batu Gosok makin memanas. Usai Pater Marsel melapor ke Polres Manggarai Barat, kini Alo Oba giliran melayangkan ultimatum.
Ia meminta Pater Marsel menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam waktu 2×24 jam. Jika diabaikan, ia siap membawa kasus ini ke pihak gereja dan melapor ke polisi dengan tuduhan intimidasi.
“Mulai malam ini Marsel Agot harus minta maaf kepada saya dalam waktu 2×24 jam. Kalau itu dilakukan, saya akan memahami dari sisi kemanusiaan bahwa apa yang dia sampaikan di lapangan itu tidak benar,” kata Alosius Oba, dilansir INFOLABUANBAJO, Kamis (5/2/2026).
Alo Oba menyebut, sebagai seorang biarawan, Pater Marsel berada dalam struktur Gereja Katolik sehingga laporan akan disampaikan hingga Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Agung Jakarta, selain jalur hukum.
“Karena saya tahu dia seorang biarawan, maka secara struktur saya akan menyampaikan ke Keuskupan Labuan Bajo sampai Keuskupan Agung Jakarta. Setelah itu saya juga siap melaporkan ke Polres Manggarai Barat, Polda NTT, bahkan Mabes Polri,” ujarnya.
BACA JUGA :
– Asita Desak Agen Wisata Ilegal di TN Komodo Segera Ditangkap
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Kuota 1.000 Turis per Hari di TN Komodo Mulai Uji Coba
– Upah Tertunggak, Pekerja dan Pemilik Alat Berat Mawatu Resort Labuan Bajo Protes
– Pelaku Wisata Labuan Bajo Kritik Kinerja Kemenpar
Ia menuding insiden pada 27 Januari 2026 di lokasi tanah miliknya di Batu Gosok diwarnai tindakan yang membuat para penjaga merasa tertekan.
“Dia melakukan intimidasi dan menakut-nakuti. Anak saya yang ditugaskan berjaga di lokasi itu sampai menjadi lemah,” kata Alo Oba.
Terkait laporan polisi yang lebih dulu dibuat Pater Marsel, Alo Oba menganggapnya sekadar tekanan psikologis.
“Saya tahu trik-triknya dia. Laporan itu hanya untuk menakut-nakuti dan mencari pembenaran dengan menghadirkan massa pendukung. Tapi dari sisi kemanusiaan saya tetap menghargai. Karena itu saya beri waktu dia untuk minta maaf,” ujarnya.
Di sisi lain, kuasa hukum Pater Marsel, Iren, membantah tudingan tersebut dan menyebut klaim Alo Oba tidak sesuai fakta.
“Tanggapan saya, Bapa Alo Oba jangan menjadi boneka para wartawan atau terlapor yang memberitakan masalah ini. Faktanya, Bapa Alo Oba tidak berada di tempat kejadian perkara. Bagaimana mungkin dia merasakan ancaman oleh pater pada saat itu,” jelas Iren kepada Info Labuan Bajo, Jumat (6/2/2026) pagi.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.
