Turis Asal Kanada Ditemukan Meninggal di Hotel Labuan Bajo, Ini Kronologinya

Ragam97 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Kepolisian menguraikan kronologi penemuan seorang warga negara Kanada yang meninggal dunia dengan kondisi leher terikat tali di kamar Hotel Greenhill, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban berinisial ML (61) diketahui menginap sendirian dan diduga memiliki riwayat sebagai mantan anggota militer di negaranya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menyampaikan bahwa ML terakhir terlihat pada malam sebelum ditemukan meninggal. Saat itu, seorang petugas keamanan hotel berinisial VAT berpapasan dengan korban di area restoran pada Kamis (12/2/2026) malam.

“Sekitar jam 11 malam, (saksi) berpapasan dengan korban di area resto,” ungkap Lufthi, dilansir Detikbali, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Lufthi, ketika berpapasan tersebut, VAT melihat ML membawa kantong plastik putih yang diduga berisi makanan ringan. Tidak ada percakapan yang terjadi di antara keduanya.

Pada Jumat (13/2) sekitar pukul 09.15 Wita, seorang petugas dapur berinisial N mendatangi kamar ML untuk memastikan konfirmasi sarapan. N telah mengetuk pintu kamar dua kali, namun tidak memperoleh jawaban dari dalam kamar.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.00 Wita, petugas kebersihan berinisial BBL membuka pintu kamar nomor 11 yang ditempati ML. Namun ia segera menutupnya kembali karena melihat korban dalam posisi duduk dan mengira sedang beristirahat.

“Setelah saya buka pintu kamar, saya lihat tamu itu dalam keadaan duduk. Jadi langsung saya tutup kembali karena saya pikir dia sedang ada di dalam dan ingin privasi,” ujar BBL dalam keterangannya yang dikutip pihak kepolisian.


BACA JUGA :
– Kantor Desa Batu Cermin Senilai Rp1,1 Miliar dari Dana Pribadi Resmi Beroperasi
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– DPRD Mabar Dorong Kemenhub Benahi Aturan Kapal Wisata
– Kadis Parekrafbud Mabar Klarifikasi Surat Aturan Peliputan Usai Tuai Kritik
– Empat Kapal Wisata Terbakar di Labuan Bajo, Diduga Dipicu Puntung Rokok


Sekitar 40 menit berselang, muncul rasa curiga dari pihak hotel. YD, rekan kerja BBL, kembali mendatangi kamar tersebut untuk memastikan keadaan tamu. Setelah beberapa kali mengetuk tanpa respons, YD membuka pintu dengan menggunakan kunci cadangan.

Saat pintu terbuka, YD mendapati ML sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan leher terjerat tali. Ia pun terkejut dan berteriak memanggil BBL.

Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat tiba di lokasi pada pukul 14.20 Wita untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, kamar dalam keadaan rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya perusakan maupun perlawanan.

“TKP dalam keadaan bersih. Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar sebelah kiri dekat kamar mandi dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari dalam kamar,” kata Lufthi

Jenazah ML kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk keperluan visum. Hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan motif serta penyebab pasti kematian pria tersebut. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri.

Diduga Mantan Anggota Militer Kanada

Sebelumnya diberitakan, ML ditemukan dalam posisi duduk bersandar pada dinding kamar di sisi lemari kayu, dengan ujung tali terikat pada penyangga lemari tersebut.

Ketika ditemukan, ML mengenakan kaus berwarna hijau, celana jeans panjang biru, dan kaus kaki hitam. Ia tercatat sebagai tamu yang menginap seorang diri.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang pribadi yang mengindikasikan latar belakang korban. Berdasarkan temuan tersebut, ML diduga pernah menjadi bagian dari institusi militer di Kanada.

“Termasuk paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi CAA,” kata Lufthi.

Adapun dokumen yang ditemukan meliputi kartu anggota Canadian Armed Force, lencana Polisi Militer Kanada, serta kartu identitas Polisi Militer Kanada. Selain dokumen-dokumen tersebut, turut diamankan sejumlah barang pribadi lainnya.

Di dalam kamar, petugas juga menemukan sepucuk surat wasiat yang diduga ditinggalkan korban. Namun, isi surat tersebut tidak dijelaskan secara rinci oleh pihak kepolisian dan tidak diperlihatkan kepada publik.

Berdasarkan informasi internal kepolisian, pesan dalam surat wasiat itu ditulis menggunakan rangkaian kode yang hingga kini belum dapat diartikan. Kode tersebut berupa angka-angka dan simbol tertentu yang masih dalam proses pendalaman.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.