Keluarga Pelatih Valencia: Labuan Bajo Akan Selalu Kami Kenang

Ragam29 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Keluarga pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, menyampaikan surat terbuka kepada masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Fernando bersama tiga anaknya meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2026.

Surat yang bertanggal 13 Februari 2026 itu dikirim dari Valencia, Spanyol. Melalui surat tersebut, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus mengenang pengalaman mereka selama berada di Labuan Bajo.

Surat itu dibagikan oleh Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, kepada detikBali. Budi sebelumnya turut mendampingi keluarga korban selama proses di Labuan Bajo.

“Atas nama keluarga, kami ingin menyampaikan -sekali lagi- rasa terima kasih kami yang tulus kepada masyarakat Labuan Bajo. Ini bukanlah ucapan terima kasih yang baru atau sesaat, melainkan kelanjutan dari perasaan yang muncul sejak awal dan tetap kami rasakan hingga kini,” demikian kutipan awal surat tersebut, dilansir DetikBali, Senin (16/2/2026).

Dalam isi surat, keluarga Fernando juga mengenang sambutan hangat serta kepedulian masyarakat setempat selama mereka berada di kawasan destinasi superprioritas itu.


BACA JUGA :
– BKH: Jangan Tutupi Masalah MBG, Presiden Butuh Informasi Akurat
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Turis Asal Kanada Ditemukan Meninggal di Hotel Labuan Bajo, Ini Kronologinya
– April 2026, Kunjungan ke TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari
– Pelni Labuan Bajo Beri Diskon 30 Persen Tiket Mudik Lebaran 2026


“Sambutan, kedekatan, dan perhatian yang kami terima akan selalu kami kenang,” demikian kutipan surat tersebut.

Mereka turut menyampaikan apresiasi khusus kepada komunitas lintas agama di Labuan Bajo yang dinilai menunjukkan empati dan solidaritas.

“Secara khusus, kami ingin menyampaikan penghargaan atas sikap komunitas Muslim dan komunitas Kristen di pulau ini, yang menerima kami dengan penuh rasa hormat dan kemurahan hati,” ujar keluarga dalam surat itu.

Selain masyarakat, keluarga juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah serta berbagai lembaga yang terlibat dalam proses pencarian korban. Dalam surat tersebut, mereka secara khusus menyebut Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, atas sikap profesional dan pendekatan kemanusiaan yang ditunjukkan selama penanganan peristiwa.

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada operator wisata lokal, asosiasi pariwisata, komunitas penyelam, relawan, masyarakat Labuan Bajo, hingga komunitas internasional yang memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung.

Di bagian penutup, keluarga menegaskan bahwa Labuan Bajo akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam ingatan mereka, bukan semata karena tragedi yang terjadi, tetapi juga karena solidaritas yang mereka rasakan.

“Labuan Bajo akan selalu kami kenang, tidak hanya sebagai tempat terjadinya sebuah tragedi, tetapi juga sebagai tempat di mana kami menemukan rasa hormat, dukungan, dan kemanusiaan,” tulis keluarga di pengujung surat tersebut.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.