LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan nasional kembali terlihat di Manggarai Barat. Pada Minggu pagi, 22 Maret 2026, jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan, bergabung bersama petani untuk melakukan panen jagung di wilayah barat Pulau Flores.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Leseng, Dusun Look, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo. Personel dari Polsek Komodo bersama Bagian SDM Polres Manggarai Barat hadir dan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Leseng Dua, mencerminkan kerja sama nyata antara aparat keamanan dan masyarakat tani.
Memasuki pukul 10.15 Wita, Kapolsek Komodo AKP Eka Dharma Yudha memimpin langsung kegiatan panen di lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang ditanami jagung hibrida jenis NK Sakti. Kehadiran rombongan disambut oleh Ketua Kelompok Tani Leseng Dua, Muhamad Bahudin, bersama anggota kelompoknya yang berjumlah 15 orang.
”Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan moral dan fisik kepada para pejuang pangan kita. Kami ingin memastikan bahwa program swasembada pangan mendapat pengawalan yang maksimal hingga ke tingkat desa,” ujar AKP Eka Dharma Yudha, dilansir Tribratanews, Senin (23/3/2026).
Di tengah kegiatan tersebut, terungkap bahwa musim panen kali ini tidak berjalan seoptimal tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil di lapangan, produksi jagung mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dari lahan yang sama, total hasil panen diperkirakan hanya mencapai 17,74 ton. Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mampu menembus sekitar 25 ton.
BACA JUGA :
- Libur Lebaran, Kantor Pos Komodo Tetap Beroperasi
- Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
- Dari Bali hingga Labuan Bajo, Investor Memilih INBISNIS Property
- Wabup Mabar Lepas Pawai Takbiran 2026, Perkuat Toleransi
- Idulfitri di Labuan Bajo, Wajah Nyata Toleransi dalam Keberagaman
Muhamad Bahudin menyampaikan bahwa kondisi alam menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil panen tahun ini.
”Tahun ini tantangannya cukup berat bagi kami. Intensitas curah hujan yang tidak stabil sangat memengaruhi pertumbuhan bulir jagung. Belum lagi gangguan hama tikus dan monyet yang cukup masif musim ini,” ungkap Bahudin dengan nada getir namun tetap tegar.
Meski menghadapi berbagai kendala, para petani tetap bertahan dan berupaya menjaga produktivitas. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas mereka pun menjadi dorongan tersendiri.
”Kami tetap bersyukur. Pendampingan dari pihak Kepolisian memberikan kami rasa aman dan motivasi tambahan untuk tidak menyerah pada keadaan,” tambahnya.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolsek Komodo menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak semata dilihat dari jumlah produksi, tetapi juga dari keberlanjutan sistem yang mendukungnya.
”Kami sangat mengapresiasi dedikasi Kelompok Tani Leseng Dua yang sudah konsisten selama dua tahun ini. Kami berharap pola kerja keras seperti ini dapat dipertahankan dan ditularkan kepada kelompok tani lainnya di wilayah Golo Mori,” tegas AKP Eka.
Selain produksi, aspek distribusi dan stabilitas harga juga menjadi perhatian penting. Pihak kepolisian berkomitmen untuk turut mengawasi agar hasil panen dapat tersalurkan dengan baik tanpa adanya permainan harga di tingkat pasar.
”Keberhasilan program swasembada bukan hanya soal hasil panen di ladang, tapi juga bagaimana distribusi dan harga di pasar tetap stabil. Hal ini krusial agar petani tidak merugi saat hasil panen turun seperti sekarang. Kesejahteraan petani adalah kunci ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Kegiatan panen bersama ini berlangsung hingga pukul 12.00 Wita. Langkah kolaboratif yang dilakukan Polres Manggarai Barat ini diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian, khususnya di kawasan penyangga destinasi wisata Labuan Bajo, agar tetap tangguh menghadapi tantangan cuaca dan dinamika alam.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.
