Bupati Dorong ASN Mabar Terapkan Kerja Berbasis Data

Ragam50 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menekankan pentingnya penggunaan data sebagai dasar utama dalam menjalankan pemerintahan. 

Hal ini disampaikannya saat memimpin Apel Kekuatan di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (30/3/2026), sekaligus menegaskan bahwa pendekatan kerja berbasis asumsi sudah tidak lagi relevan di tengah tuntutan era digital.

“Data harus menjadi tolok ukur dalam setiap kebijakan. Tidak bisa lagi kita bekerja berdasarkan perasaan atau perkiraan,” kata Endi, dilansir RRI Labuan Bajo, Rabu 1 April 2026.

Ia juga menyinggung persoalan klasik dalam pengelolaan data di lingkungan pemerintah daerah, yakni kurangnya sinergi antar instansi. Menurutnya, persoalan bukan pada ketersediaan data, melainkan pada lemahnya koordinasi dan komitmen untuk mengintegrasikan data tersebut.

“Data itu ada, tetapi tanpa koordinasi dan kemauan yang kuat, tidak akan terinput dengan baik. Selama ini kita lemah di situ,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya integrasi data lintas sektor, terutama pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Manggarai Barat. Ia menilai, sebagai destinasi wisata premium, daerah ini harus memiliki sistem pendataan wisatawan yang akurat dan terperinci.


BACA JUGA :


Ia pun meminta agar setiap wisatawan yang datang didata secara lengkap, termasuk identitas dan asalnya. Langkah ini dianggap penting untuk memantau pergerakan wisatawan sekaligus mencegah praktik tidak sehat, seperti permainan harga yang dapat merusak citra Labuan Bajo.

Selain sektor pariwisata, perhatian juga diberikan pada sektor kesehatan. Bupati menekankan perlunya sistem pencatatan berbasis digital yang terintegrasi, dengan data individu sebagai acuan utama, sementara pencatatan manual hanya menjadi pelengkap.

Menurutnya, kebijakan di bidang kesehatan harus didukung oleh data yang valid agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan program maupun pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, ia juga meminta adanya pembenahan dalam manajemen internal organisasi perangkat daerah (OPD). Para pimpinan diminta mengoptimalkan peran staf secara berjenjang, mulai dari tingkat bidang hingga pelaksana teknis.

Ia turut mengkritik kebiasaan lama yang masih mengandalkan laporan lisan tanpa dukungan data yang jelas, dan meminta agar pola tersebut segera ditinggalkan.

“Hentikan kebiasaan mengatakan ‘sudah’ tanpa kejelasan. Sekarang semua harus berbasis data dan bukti,” ungkapnya.

Dorongan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Dengan sistem berbasis data yang kuat dan terintegrasi, diharapkan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.