PBSI NTT Siapkan Atlet Menuju PON 2028 Lewat Kejurprov di Labuan Bajo 

Ragam152 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR –  Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI NTT 2026 resmi dimulai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2026 ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bulu tangkis di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Flores.


Penunjukan Labuan Bajo sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini dinilai menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pembinaan atlet usia muda. Prestasi para pebulu tangkis muda dari Manggarai Barat yang konsisten meraih hasil positif di berbagai kejuaraan menjadi salah satu pertimbangan utama PBSI NTT.

“Pembinaan atlet usia dini di sini sangat menjanjikan. Beberapa kali kejuaraan di Kupang, Labuan Bajo mampu menjuarai hampir semua kategori.” ujar Alexander, yang dilansir Tribun Flores.com, Selasa 23/6/2026.

Ketua Umum PBSI NTT, Ir. Alexander Foenay, menjelaskan bahwa perkembangan tersebut juga didukung oleh komitmen pemerintah daerah, KONI, serta komunitas olahraga di Manggarai Barat yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet. Menurutnya, kondisi ini menjadi modal besar bagi Labuan Bajo untuk berkembang sebagai salah satu sentra bulu tangkis di NTT.

Kejurprov tahun ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga bagian dari proses pembentukan tim yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Sebagai salah satu tuan rumah bersama NTB dan Jakarta, NTT memiliki kesempatan langsung tampil di PON tanpa melalui babak kualifikasi.

“Karena kita tuan rumah, kita tidak ikut Pra-PON. Langsung masuk event utama. Minimal kita harus bicara banyak di PON nanti” ungkapnya

Sebanyak 74 atlet dari lima kabupaten dan kota ambil bagian dalam kejuaraan ini. Para peserta berasal dari Manggarai Barat, Manggarai, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Sabu Raijua dengan rentang usia mulai 11 hingga 18 tahun.


BACA JUGA :


Meski jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai 112 atlet, semangat para peserta tetap tinggi. Alexander menilai kondisi ekonomi serta tingginya biaya perjalanan masih menjadi kendala bagi sejumlah klub dan orang tua untuk mengirimkan atlet mengikuti kejuaraan.

Selain kompetisi di lapangan, PBSI juga mulai memperketat sistem administrasi atlet. Seluruh peserta diwajibkan terdaftar dalam sistem resmi PBSI sebagai upaya menjaga sportivitas sekaligus menghindari perpindahan atlet antar daerah secara instan menjelang kejuaraan.

Di sisi lain, panitia pelaksana memastikan seluruh kebutuhan pertandingan telah dipersiapkan secara maksimal sejak proses pengajuan tuan rumah pada tahun 2024.

“Labuan Bajo kota premium. Keamanan, akomodasi, hingga konsumsi atlet sudah kami siapkan dengan baik,” kata Alex.


Sekretaris Umum PBSI Manggarai Barat, Muhammad Taufiq, juga mengungkapkan optimisme tuan rumah dalam menghadapi kejuaraan tahun ini. Bahkan, PBSI Manggarai Barat memasang target menjadi juara umum dengan memburu medali emas di seluruh nomor yang dipertandingkan.

Seluruh pertandingan digelar di Lapangan Labar Camar, Jalan Rajawali, serta GOR Badminton Ibunda, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Kejurprov PBSI NTT 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan bulu tangkis di Flores terus menunjukkan kemajuan. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat membawa nama Nusa Tenggara Timur bersaing di level nasional.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.