PLN Percepat Listrik Masuk ke 786 Rumah Warga di Manggarai dan Manggarai Barat 

Bisnis, Ragam137 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR –  Akses listrik bagi ratusan warga di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat selangkah lebih dekat untuk terwujud. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Labuan Bajo melakukan koordinasi pada Senin, 22 Juni 2026, guna mempercepat pembangunan jaringan listrik perdesaan yang melintasi kawasan hutan lindung dan hutan produksi.


Koordinasi tersebut membahas pembangunan jaringan listrik menuju Dusun Nanu dan Pasat di Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, serta Desa Bari di Kecamatan Macang Pacar. Karena sebagian jalur berada di kawasan hutan, proses pembangunan harus mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku.

KPH Labuan Bajo menyampaikan bahwa pembangunan jaringan listrik dapat berjalan bersamaan dengan proses penyelesaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang saat ini masih menunggu tahap finalisasi. Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh lokasi akan lebih dahulu melalui survei lapangan.

Survei untuk Dusun Nanu dan Pasat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, melibatkan tim PLN, KPH Labuan Bajo, dan Polisi Kehutanan. Sementara survei di Desa Bari akan dilaksanakan pada pekan berikutnya sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.

Program tersebut mencakup pembangunan jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, serta gardu distribusi di kedua wilayah. Jika seluruh pekerjaan selesai, sebanyak 786 calon pelanggan akan memperoleh akses listrik.


BACA JUGA :


“Kami mengapresiasi dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan KPH Labuan Bajo. Survei lapangan yang dilakukan bersama merupakan tahapan penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai regulasi dan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Reza Eka Putra, dilansir Kompas.com, Kamis (24/6/2026).

PLN menilai kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan listrik, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan administratif. Kehadiran listrik juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“PLN terus berupaya memperluas akses listrik hingga ke seluruh pelosok NTT, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis dan administratif seperti kawasan yang berbatasan dengan hutan. Karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan,” kata Eko.


General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, berharap pembangunan listrik desa dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan produktivitas ekonomi.

“Kami mendukung upaya PLN untuk meningkatkan akses listrik bagi masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan regulasi kehutanan yang berlaku. Oleh karena itu, survei lapangan perlu dilakukan untuk memastikan titik-titik pekerjaan yang berada dalam kawasan hutan sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujar Pieter.

Kepala KPH Labuan Bajo, Pieter Dethan, memastikan pihaknya mendukung perluasan akses listrik dengan tetap mengedepankan perlindungan kawasan hutan sesuai aturan. Sinergi antara PLN, pemerintah, dan KPH diharapkan dapat mempercepat pembangunan jaringan listrik sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di pelosok Flores.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.