Puluhan Siswa Keluhkan Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMK Golo Mori

Ragam161 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap 32 siswa SMK Muhammadiyah Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mencuat setelah para siswa mengaku dana bantuan mereka dipotong untuk pembayaran SPP Tahun Ajaran 2026/2027 usai dicairkan di salah satu bank di Labuan Bajo.

Sejumlah siswa mengaku didampingi Bendahara Komite Sulis, operator sekolah Muhammad Jehidin, dan guru Jul saat mencairkan dana bantuan, kemudian diminta menyerahkan uang tersebut setelah keluar dari kantor bank.

“Kami didampingi Pak Jehidin, Ibu Sulis dan Pak Jul,” ujar R, dilansir Infolabuanbajo, Sabtu (11/7/2026).

R mengatakan para guru menunggu di area parkir bank sebelum meminta dana yang baru dicairkan dengan alasan akan digunakan untuk pembayaran SPP Tahun Ajaran 2026/2027.

“Begitu kami keluar dari kantor bank, Pak Jehidin langsung menghampiri kami dan meminta uang yang sudah kami terima. Dia bilang uang itu akan langsung dipotong untuk pembayaran SPP,” katanya.

R mengaku dirinya bersama siswa lain menyerahkan dana tersebut karena merasa takut setelah disebut tidak akan menerima bantuan PIP pada tahap berikutnya apabila menolak permintaan tersebut.


BACA JUGA :


“Kalau kami tidak kasih uang itu, dia bilang kami tidak akan terima lagi dana PIP tahap berikutnya. Karena takut, kami akhirnya menyerahkan uang itu,” ungkapnya.

Pengakuan serupa disampaikan siswa berinisial M yang mengaku sempat meminta agar dana miliknya tidak dipotong seluruhnya untuk membeli sepatu, namun permintaannya tidak dikabulkan, sementara dana Rp1,8 juta yang diterima dipotong Rp1,5 juta sehingga setelah biaya transportasi dan makan, uang yang dibawa pulang hanya sekitar Rp200 ribu.

“Saya bilang jangan dipotong semua karena saya mau beli sepatu. Pak Jehidin bilang nanti kalau terima lagi baru beli sepatu.”

“Kami terima Rp1,8 juta, dipotong Rp1,5 juta. Bayar mobil Rp50 ribu dan makan Rp50 ribu. Jadi yang kami bawa pulang cuma Rp200 ribu,” katanya.

Keluhan juga disampaikan orang tua siswa yang menilai dana PIP merupakan hak penerima sehingga seharusnya tidak dipotong, sementara operator sekolah Muhammad Jehidin menyebut kebijakan tersebut merupakan hasil rapat komite, namun Ketua Komite Muhammad Nor membantah adanya kesepakatan pemotongan dana PIP.

“Itu uang bantuan untuk anak-anak kami. Mestinya diserahkan dulu kepada penerima, baru orang tua yang mengatur penggunaannya,” katanya.

“Yang saya sayangkan, mereka ini guru, tahu aturan penggunaan dana PIP, tetapi yang dilakukan seperti perampok,” ujarnya.

“Itu hasil rapat komite dengan orang tua siswa,” kata Jehidin, Kamis (9/7/2026).

“Saat rapat itu yang dibahas adalah sosialisasi penerima dana PIP, bukan pemotongan dana PIP,” tegasnya.

“Sudah ada beberapa orang tua yang mengadu. Saya juga sudah meminta agar dilakukan pertemuan antara orang tua siswa dan pihak sekolah,” katanya.

Sementara itu, Bendahara Komite SMK Muhammadiyah Golo Mori, Sulis, belum memberikan penjelasan terkait mekanisme pemotongan dana PIP dan meminta wawancara dijadwalkan pada Senin, 13 Juli 2026, sedangkan hingga berita ini diterbitkan pihak sekolah juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai dasar hukum maupun mekanisme pemotongan dana PIP yang dikeluhkan siswa dan orang tua.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.