Pemkab Mabar dan BTNK Integrasikan SIORA-Gendang Mabar

Pariwisata46 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memperkuat kolaborasi pengelolaan pariwisata melalui integrasi Aplikasi Gendang Mabar dengan Sistem Informasi Online Reservasi Alam (SIORA) yang ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Selasa (28/7/2026).


Kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah dan pengelola kawasan konservasi, sekaligus mendorong pelayanan wisata yang lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan di Labuan Bajo.

Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menilai sinergi dengan Balai Taman Nasional Komodo merupakan fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata karena kawasan konservasi tersebut menjadi daya tarik terbesar yang dimiliki daerah.

“Buat kami, terus terang, kami tidak bisa bekerja sendiri. Sebagaimana kita ketahui, tumpuan harapan pariwisata Manggarai Barat itu ada di Taman Nasional Komodo. Apapun yang kita lakukan, apapun yang kita buat itu tanpa Taman Nasional Komodo tidak akan bisa. Jadi kewajiban kita memelihara, kewajiban kita menjaga dalam bentuk in delegasi tentang tata kelola, transformasi kelembagaan menjadi bagian yang luar biasa,” kata Fransiskus, dikutip dari rri.co.id, Rabu (29/7/2026).

Menurut Fransiskus, penandatanganan PKS bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pijakan awal untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan implementasi kerja sama berjalan secara konsisten meski terjadi pergantian kepemimpinan di BTNK.


BACA JUGA :


Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, yang akan memasuki masa purnatugas pada 1 Agustus 2026 atas kontribusinya dalam membangun kemitraan antara BTNK dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara itu, Hendrikus Rani Siga menjelaskan kerja sama tersebut memiliki dasar hukum yang kuat karena SIORA telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), sementara sejak 22 Juli 2026 BTNK resmi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) sehingga pengelolaan PNBP dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung peningkatan layanan dan inovasi kawasan konservasi.

Melalui integrasi berbasis teknologi Application Programming Interface (API), SIORA dan Gendang Mabar akan saling terhubung untuk mendukung verifikasi pelaku usaha pariwisata, reservasi dan penjualan tiket digital, promosi destinasi wisata milik pemerintah daerah, hingga pertukaran data kunjungan wisatawan secara real time.

SIORA selama ini digunakan sebagai sistem reservasi dan pengelolaan kunjungan wisata di Taman Nasional Komodo, sedangkan Gendang Mabar dikembangkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebagai platform informasi, promosi, dan pengelolaan sektor pariwisata daerah.


Perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi kedua belah pihak sebagai upaya menghadirkan tata kelola pariwisata digital yang lebih modern, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, memperkuat promosi destinasi, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di Manggarai Barat.

Penandatanganan PKS turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Petrus Antonius Rasyd, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Paulus Setahu, Sekretaris Dinas Pariwisata Crispinianus Mesima, para kepala bidang Dinas Pariwisata, serta tim kerja sama Balai Taman Nasional Komodo.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.