Festival Golo Koe 2026 Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Labuan Bajo, Prosesi Laut Jadi Puncak Acara

Ragam892 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR  – Festival Golo Koe 2026 kembali hadir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 10-15 Agustus 2026. Tidak hanya menjadi perayaan religi dan budaya, festival ini juga diarahkan menjadi ruang promosi UMKM, ekonomi kreatif, budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, Festival Golo Koe 2026 memadukan sejumlah kegiatan keagamaan dengan atraksi budaya, pameran UMKM, aksi ekologi, hingga prosesi akbar Maria Assumpta Nusantara.

Festival tersebut juga memiliki posisi strategis dalam kalender pariwisata Labuan Bajo karena telah masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN). Status tersebut membuat Festival Golo Koe tidak hanya menjadi agenda keagamaan masyarakat, tetapi juga bagian dari daya tarik event di salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

Pembukaan Festival Golo Koe 2026 dijadwalkan berlangsung Senin (10/8/2026) di Waterfront City Marina Labuan Bajo. Sebelum pembukaan, tamu VIP akan disambut secara adat di Rumah Keuskupan Labuan Bajo.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan Tarian Adat Tiba Meka, sambutan sejumlah pejabat, serta penyerahan piagam Top 10 KEN kepada Uskup Labuan Bajo oleh Menteri Pariwisata, sesuai susunan acara yang diterima panitia.

Momentum pembukaan kemudian ditandai dengan pemukulan gong. Setelah itu, pameran UMKM secara resmi dibuka dan para tamu dijadwalkan mengunjungi stan-stan yang disiapkan dalam rangkaian festival.

Kehadiran pameran UMKM menjadi salah satu bagian penting karena festival memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat dan pengunjung yang datang selama penyelenggaraan acara.

Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe 2026, RD Yohanes F. Selman, dalam surat undangan panitia menyebut festival tersebut telah menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan Keuskupan Labuan Bajo.

Menurutnya, Festival Golo Koe telah masuk dalam Karisma Event Nusantara sejak 2024. Dalam dua tahun terakhir, festival tersebut juga tetap berada dalam jajaran 10 event terbaik nasional.

Selain mengangkat sisi ekonomi dan budaya, Festival Golo Koe 2026 membawa agenda lingkungan melalui Aksi Ekologi pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan berupa penanaman mangrove secara simbolis akan berlangsung di Pantai Binongko mulai pukul 14.00 Wita.


BACA JUGA :


Aksi tersebut melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, pimpinan instansi, BUMN, komunitas lingkungan, hingga organisasi masyarakat. Keterlibatan lintas sektor menunjukkan festival tidak hanya berorientasi pada perayaan, tetapi juga membawa pesan pelestarian lingkungan.

Pada hari yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) di Gereja St. Petrus Sernaru.

Memasuki Rabu (12/8/2026), nuansa budaya akan semakin kuat melalui Karnaval Budaya Nusantara. Karnaval dijadwalkan dimulai dari kawasan depan RS Siloam Labuan Bajo dan menjadi salah satu atraksi yang dapat memperlihatkan keberagaman ekspresi budaya kepada masyarakat serta wisatawan.

Kegiatan budaya berlanjut pada Kamis (13/8/2026) melalui Teater Budaya Manggarai dan Pementasan Caci di Lapangan Bola Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo.

Pementasan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai dalam rangkaian festival yang memiliki daya tarik lintas kelompok masyarakat.

Puncak rangkaian Festival Golo Koe 2026 dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026) melalui Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara yang dimulai dari Kapel Stella Maris Labuan Bajo.

Rangkaian festival kemudian ditutup Sabtu (15/8/2026) melalui Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara yang dipusatkan di Waterfront City Marina Labuan Bajo.

Dengan kombinasi pameran UMKM, agenda budaya, aksi lingkungan, dan kegiatan religi, Festival Golo Koe 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Festival ini mempertemukan berbagai unsur masyarakat sekaligus membuka ruang promosi bagi produk lokal dan kekayaan budaya Manggarai.

Bagi Labuan Bajo, penyelenggaraan event semacam ini juga dapat memperkuat posisi destinasi sebagai ruang pertemuan antara pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan aktivitas masyarakat lokal. Festival Golo Koe menjadi salah satu contoh bagaimana event berbasis komunitas dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata daerah.

Pada akhirnya, kekuatan Festival Golo Koe 2026 tidak hanya terletak pada kemeriahan rangkaian acaranya, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, dan berbagai institusi dalam satu agenda bersama di Labuan Bajo.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.