LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Festival Golo Koe 2026 resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Kepala Bidang Kebudayaan dan Kesenian Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Selmans, S.S., menyampaikan hal tersebut dalam rapat final persiapan Karnaval Budaya Festival Golo Koe 2026, Senin, 10 Agustus 2026.
Rapat tersebut dihadiri pimpinan dan perwakilan paguyuban, sanggar seni, sekolah, serta organisasi perangkat daerah terkait se-Kabupaten Manggarai Barat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan terkoordinasi.
Masuknya Festival Golo Koe dalam KEN menjadi momentum penting karena festival tidak hanya menjadi agenda budaya dan keagamaan masyarakat, tetapi juga bagian dari promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Manggarai Barat.
Fransiskus mengatakan status tersebut membawa konsekuensi berupa kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival.
“Ini kehormatan dan tanggung jawab. Dunia menatap Labuan Bajo. Mari kita tunjukkan Manggarai Barat sebagai destinasi berkelas dunia dengan tuan rumah yang beriman dan berbudaya dan berdaya,” tutupnya.
BACA JUGA :
- Investor Soroti Regulasi di Indonesia, Implementasi Dinilai Masih Bermasalah
- Pariwisata Premium Buka Peluang Investasi di Flores Barat
- Bali dan Labuan Bajo Jadi Magnet Investasi Properti 2026
- Investasi Danantara Perkuat Pariwisata Labuan Bajo dan Peluang Properti Premium
- Sengketa Lahan di Manggarai Barat Berujung Bentrokan, Kendaraan dan Pondok Dibakar
Penguatan identitas budaya menjadi salah satu elemen utama Festival Golo Koe 2026 melalui keterlibatan paroki, komunitas adat, sekolah, sanggar seni, paguyuban, UMKM, seniman lokal, hingga pemerintah daerah.
Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya mengandalkan penyelenggara, tetapi menjadi ruang kolaborasi masyarakat dalam menampilkan kekayaan budaya Manggarai Barat.
Dalam rapat final tersebut, panitia juga menegaskan tema Karnaval Budaya Festival Golo Koe 2026, yakni “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergi untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”.
Tema tersebut diterjemahkan melalui tiga pesan utama, yakni persekutuan, sinergi, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari iman serta budaya masyarakat.
Dari sisi ekonomi kreatif, kostum, musik, dan properti karnaval juga melibatkan tangan-tangan UMKM serta seniman lokal sehingga pelaksanaan festival turut membuka ruang bagi pelaku kreatif daerah.
Dengan masuknya Festival Golo Koe dalam KEN, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki kekuatan budaya dan masyarakat yang menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.
