Menteri Pariwisata: Festival Golo Koe Dorong Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo

Budaya, Event, Pariwisata1295 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR  – Menteri Pariwisata Republik Indonesia Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Festival Golo Koe memiliki peran penting dalam mendorong pariwisata berkualitas di Labuan Bajo dengan tetap mempertahankan jati diri dan nilai masyarakat lokal.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam sambutannya saat membuka Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Marina Waterfront City Labuan Bajo, Senin (10/8/2026).

Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, Labuan Bajo telah menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Namun, perkembangan tersebut harus berjalan seiring dengan jati diri masyarakat yang menjadi tuan rumah destinasi.

Menurutnya, Festival Golo Koe menghadirkan ruang yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai sehingga wisatawan dapat mengenal Labuan Bajo secara lebih utuh.

“Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” ujarnya.

Widiyanti juga mengapresiasi Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta seluruh pihak yang telah membangun Festival Golo Koe hingga menjadi salah satu event unggulan Indonesia.


BACA JUGA :


Ia menyebut Festival Golo Koe telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024 dan kembali terpilih dalam Top 10 KEN 2026 untuk kedua kalinya.

Dampak festival terhadap pariwisata dan ekonomi lokal juga terlihat dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada 2025, Festival Golo Koe menarik lebih dari 45.000 wisatawan, melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, dan 1.473 tenaga kerja.

Dari penyelenggaraan tersebut, perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp2,82 miliar.

“Berharap tahun ini lebih meningkat lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan konsep pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal.

Menteri juga menyoroti tema Festival Golo Koe 2026, yakni “Ziarah Komunal dalam Perspektif Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”. Tema tersebut dinilai relevan dengan pentingnya menjaga hubungan antara manusia, budaya, dan alam.

Ia berharap Festival Golo Koe terus mengiringi perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia yang berkembang bersama masyarakat dan tetap teguh pada akar budayanya.

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 kemudian secara resmi dinyatakan dibuka oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.