Menpar: Masyarakat Lokal Harus Jadi Pelaku Utama Pariwisata Labuan Bajo

Event, Pariwisata, Religi1254 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dalam perkembangan pariwisata di Labuan Bajo.


Hal itu disampaikan Widiyanti saat membuka Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Marina Waterfront City Labuan Bajo, Senin (10/8/2026).

Menurut Widiyanti, Labuan Bajo kini telah menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Namun, perkembangan tersebut tidak boleh membuat masyarakat setempat kehilangan peran dalam mengembangkan daerahnya sendiri.

Ia mengatakan, kemajuan pariwisata harus tetap berjalan bersama dengan jati diri masyarakat yang menjadi tuan rumah.

Pesan tersebut, kata Widiyanti, terlihat dalam pelaksanaan Festival Golo Koe yang mempertemukan iman, tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat Manggarai.

“Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” kata Widiyanti.

Ia menilai, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo tidak hanya membutuhkan pemandangan yang indah. Mereka juga ingin mengenal cerita, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang ada di balik sebuah destinasi.


BACA JUGA :


Keterlibatan masyarakat dalam pariwisata juga terlihat dari pelaksanaan Festival Golo Koe tahun 2025. Saat itu, festival menarik lebih dari 45.000 wisatawan, melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, dan 1.473 tenaga kerja.

Dari kegiatan tersebut, perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp2,82 miliar.

Menurut Widiyanti, angka tersebut menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara soal jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga bagaimana kehadiran wisatawan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

“Inilah pariwisata berkualitas ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujarnya.

Widiyanti berharap pola tersebut terus dikembangkan di Labuan Bajo. Masyarakat lokal, pelaku UMKM, pekerja seni, komunitas, hingga pelaku pariwisata diharapkan tetap memiliki ruang untuk tumbuh bersama perkembangan destinasi.

Festival Golo Koe sendiri telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024 dan kembali masuk dalam Top 10 KEN 2026 untuk kedua kalinya.


Bagi Widiyanti, kekuatan Labuan Bajo bukan hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada nilai dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Keindahan membuat orang datang, tetapi nilai yang hidup di tengah masyarakat membuat sebuah destinasi selalu dikenang,” katanya.

Ia berharap Festival Golo Koe terus menjadi bagian dari perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tanpa meninggalkan masyarakat dan akar budaya yang menjadi identitas daerah.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.