Kapal Wisata Tetap Berlayar ke TN Komodo Meski Gempa Susulan Masih Terjadi

Pariwisata, Ragam1603 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR –  Aktivitas pelayaran kapal wisata menuju Taman Nasional (TN) Komodo dan sejumlah destinasi wisata di sekitarnya tetap berjalan meski gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).


Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memastikan pelayanan surat persetujuan berlayar (SPB) tetap diberikan kepada kapal wisata yang memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan karakteristik gempa susulan yang kekuatannya lebih rendah dibandingkan gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

“Berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan ini tidak lebih besar daripada gempa utama sehingga pelayanan pelayaran tetap diberikan,” kata Stephanus, Senin (17/8/2026).

Selain kekuatan gempa, KSOP juga mempertimbangkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi tsunami. Gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama tidak dinyatakan berpotensi menimbulkan tsunami.


BACA JUGA :


“(Gempa susulan) tidak berpotensi tsunami,” ujar Stephanus.

Sebelumnya, aktivitas pelayaran sempat dibatasi setelah gempa utama pada Sabtu (15/8/2026) memicu peringatan dini tsunami dari BMKG. Setelah peringatan tersebut dicabut dan kondisi dinilai aman, pelayanan pelayaran kembali dilakukan.

Meski demikian, gempa susulan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Flores hingga Senin. Di Labuan Bajo, guncangan cukup kuat dirasakan warga sekitar pukul 08.48 Wita sehingga sejumlah warga berhamburan keluar rumah. Beberapa gempa susulan kembali terjadi setelahnya.

Guncangan juga dirasakan di wilayah lain di Flores, termasuk ketika masyarakat mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin pagi.


Hingga pukul 12.00 Wita, tercatat sebanyak 1.624 gempa bumi susulan terjadi di wilayah Flores. Gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,2.

Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam aktivitas pelayaran wisata. Kapal yang berlayar tetap harus memenuhi ketentuan keselamatan dan memperoleh SPB dari otoritas pelabuhan sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan wisata TN Komodo.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.