Masuk Labuan Bajo Bakal Lebih Mudah di Tahun 2026, Kenapa?

Pariwisata1461 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Mulai 2026 mendatang, traveler bakal lebih mudah masuk ke Labuan Bajo. Salah satu alasannya, makin banyak rute penerbangan baru menuju destinasi wisata super prioritas ini.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Labuan Bajo selalu jadi magnet wisatawan. Keindahan alam, pulau-pulau eksotis, dan Komodo yang legendaris membuat wisatawan terus berdatangan. Pemerintah pun terus mendorong peningkatan aksesibilitas udara, baik rute domestik maupun internasional.

Pada 20 Juli 2025 lalu, misalnya, tiga rute baru resmi beroperasi: Kupang–Labuan Bajo, Bima–Labuan Bajo, dan Lombok–Labuan Bajo. Ketiganya memperkuat konektivitas kawasan Indonesia Timur.

“Rute-rute ini akan mempermudah konektivitas Labuan Bajo dengan kota-kota di NTT dan NTB. Ini kabar baik bagi masyarakat dan pariwisata,” kata Kepala Bandara Komodo, Ceppy Triono, Kamis (3/7/2025).

Sementara itu, rute internasional Singapura–Labuan Bajo yang sempat berhenti pada Juli 2025 akan digantikan dengan penerbangan baru dari maskapai Scoot asal Singapura.

“Betul. Rencananya penerbangan perdana dimulai 21 Desember 2025, dengan frekuensi dua kali seminggu, yaitu setiap Minggu dan Kamis,” ujar Marwah, Koordinator Humas Bandara Komodo, Sabtu (18/10/2025).

Rute internasional lain, Malaysia–Labuan Bajo, masih aktif dilayani maskapai AirAsia tiga kali seminggu, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.


BACA JUGA :

– Lima Contoh Investasi Properti Menjanjikan di Labuan Bajo
– Jelajah Pulau Sumba 4 Hari 3 Malam bersama LABAHO
– Tiga Hotel Ini Buktikan Kesiapan Kelas Dunia Hadapi Bencana
– Pariwisata Labuan Bajo Melejit, Sinyal Emas bagi Investasi Pangan Lokal 
– Tips Hemat Nikmati Open Trip ke Wae Rebo


Usulan Rute Baru 

Wacana pembukaan rute Ruteng–Labuan Bajo juga mulai ramai dibahas.

“Sejauh ini belum. Ini usulan dari Ruteng. Kalau dari Bajo belum ada diskusi terkait hal tersebut,” ujar Marwah, Sabtu (8/11/2025).

Kepala Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Punto Widaksono, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan tiga rute baru: Ruteng–Labuan Bajo, Ruteng–Lombok, dan Ruteng–Denpasar.

Dari Pulau Sumba, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, juga mendorong pembukaan rute Tambolaka–Labuan Bajo.

“Selama ini banyak wisatawan ingin ke Sumba Barat Daya tapi terkendala akses. Mudah-mudahan dengan rute baru Tambolaka–Labuan Bajo, aksesnya makin mudah,” ujarnya, Senin (27/10/2025), dikutip dari Pos-Kupang.com.

Bandara Diperluas 

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ikut mempercepat langkah untuk mempermudah wisatawan.

Dalam Musyawarah Nasional ke-VI Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) di Golo Mori Convention Center, Selasa (28/10/2025), Bupati Edistasius Endi menjelaskan rencana peningkatan kapasitas Bandara Komodo.

“Landasan bandara saat ini sepanjang 2.750 meter akan diperpanjang menjadi 3.000 meter dan dilebarkan hingga 100 meter. Pemerintah juga menyiapkan lokasi terminal internasional baru di sisi timur bandara, tepatnya di kawasan rumah jabatan bupati dan sekitarnya,” jelasnya.

Langkah ini diambil karena jumlah penumpang Bandara Komodo sudah hampir menembus 1 juta penumpang per tahun, jauh melampaui proyeksi masterplan yang seharusnya baru tercapai pada 2035.

Dengan perluasan ini, kata Bupati, Labuan Bajo diharapkan bisa melayani penerbangan langsung dari berbagai negara seperti Singapura, China, India, dan Korea Selatan.


BACA JUGA :

– Meruorah Komodo Labuan Bajo Diakui Sebagai Akomodasi Paling Siaga Bencana
– Jelajah Pulau Sumba 4 Hari 3 Malam bersama LABAHO
– Hindari Kapal Terseret Arus! KSOP Labuan Bajo Ingatkan Periksa Tali Jangkar
– Dua Spot Kopi Paling Cozy di Labuan Bajo Saat Hujan Turun
– Festival Pangan di Puncak Waringin, Sunset dan Wajik Manggarai Temani Sore


Selain itu, DPD RI mendorong pengelolaan Bandara Komodo segera ditingkatkan statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Saat ini bandara yang berada di destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo itu masih berstatus Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU).

“Kami mendorong supaya Bandara Labuan Bajo ini pengelolaannya harus segera dinaikkan dari level UPBU, unit penyelenggara Bandar Udara menjadi Badan Layanan Umum,” kata Wakil Ketua Komite II DPD RI, Angelus Wake Kako, Jumat (7/11/2025) malam, dikutip dari detikbali.com. 

Ledakan Hotel dan Destinasi Baru 

Seiring meningkatnya arus wisatawan, pembangunan fasilitas penunjang pun gencar dilakukan.

Ketua Bidang Hotel PHRI Manggarai Barat, Yuvensius Darung, menyebut ada sekitar 1.500 kamar hotel baru yang sedang dibangun.

Beberapa proyek besar yang tengah digarap antara lain: Crown Plaza (199 kamar), Nawa Hotel (169 kamar), Mawatu Project (200–300 kamar termasuk villa), Proyek di Kali Watu, Wai Watu, dan Batu Gosok.

“Perkembangannya cukup signifikan. Kalau ditanya soal pariwisata Labuan Bajo, pertumbuhannya memang sangat kencang,” kata Yuvensius, Kamis (25/9/2025) lalu.

Jika semua rampung, hingga akhir 2026 jumlah kamar hotel berbintang di Labuan Bajo diperkirakan mencapai hampir 3.500 kamar.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXeJjhlBaOOr-jSX6uf98hikHJtIbHUPvUf-0eddYC0zzN9UN8BIsA7c6uGyI3Zq4V-4zdItCtTuTgj5sFglH7wVPl32hNjaZiViiJX-NPnCzs44XNAwmZpB8VeS9mQYDTKlP42yYCE8cxRAgNzAXc3XnUY


Selain akomodasi, destinasi baru juga bermunculan. Salah satunya kawasan Mawatu, yang tengah membangun Commercial Village seluas 5 hektar dengan 130 unit shophouses.

Beberapa fasilitas yang akan jadi magnet wisata baru antara lain:

*Cinema XXI, bioskop pertama di Pulau Flores

*Retail dan kuliner: Bale Nagi Brewing, Vineyard, Sensatia, Guardian, Charis Se’i, Chill & Grill, Cap Bali, NYC Pizza, dan banyak lagi

*Hiburan malam: LYD Group (pengelola La Favela Bali) akan membuka beach club dengan konsep terpadu yang menggabungkan hiburan, olahraga, dan wellness

Diketahui, Bandara Internasional Komodo mencatat sejak Januari-Juli 2025, jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Komodo mencapai 564.740 penumpang.

Dari total jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Komodo itu, jumlah penumpang datang atau tiba sebanyak 277.588 orang dan penumpang berangkat sebanyak 287.152 orang.

Jika semua rencana ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin Labuan Bajo akan menjadi salah satu gerbang wisata utama Indonesia Timur pada 2026.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *