Warloka, Paduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Budaya, Pariwisata4073 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Para nelayan tampak merapikan jala di atas perahu saat kami mengunjungi Kampung Warloka pada Minggu (2/3/2025).

Saat ini, Warloka telah menjadi salah satu destinasi populer di Labuan Bajo, menarik banyak wisatawan yang ingin menikmati panorama alam dan suasana kampung tua yang khas. 

Gerimis menemani perjalanan kami menuju Kampung Warloka, dengan bukit-bukit hijau berderet rapi di kiri-kanan jalan, menampilkan suasana alam yang masih alami. 

“Alamnya masih alami,” ujar Abellio, salah seorang wisatawan dalam rombongan kami.

Baca juga :Wisatawan Akui Keindahan Warloka Labuan Bajo

Setelah 30 menit perjalanan, tepat pukul 16.37 Wita, kami tiba di Kampung Warloka. Laut yang tenang dan bukit-bukit mengelilingi Warloka menjadi suguhan sore yang indah, unik, estetik, dan menciptakan suasana yang tenang.

Kondisi Terkini
Di perairan Warloka, perahu-perahu kecil kembali berlayar, sementara di sisi kiri dan kanan dermaga tua, dua kapal reyot terlihat miring di dalam air. 

Kayu-kayu dermaga sudah lapuk, banyak yang patah, dan beberapa papan terlihat bolong. Konstruksi dermaga yang sederhana dengan tiang penyangga yang kokoh memberikan kesan klasik, namun sudah tampak usang.

Baca juga :Liburan ke Labuan Bajo? Jangan Lewatkan 366 Lounge!

“Beberapa waktu lalu, Pemerintah datang ke sini. Katanya mau memperbaiki dermaga ini,” ujar Ibu Merhana, warga setempat. 

Di sudut Kampung Warloka, beberapa tempat di tepi pantai terlihat belum bersih, dengan sampah-sampah yang masih berserakan. 

“Di sini kan rawa-rawa, jadi sampah-sampah itu susah dibersihkan,” jelas Ibu Merhana.

Bukit-bukit hijau mengelilingi kampung Warloka dengan sempurna. Gelombang air laut yang tenang sesekali bikin perahu-perahu bergoyang pelan. Para nelayan pun tampak siap untuk menebarkan jalanya. 

Vinyo, salah seorang wisatawan, berharap agar di sepanjang ruas jalan di tepi pantai terdapat stan-stan minuman dan makanan. 

“Di sini mesti ada stan kopi, itu minimal. Banyak yang akan betah di sini, di tepi laut seperti ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *