LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyampaikan sindiran halus saat peresmian Gedung Pusat Komando Penegakan Hukum (Gakum) Kehutanan Wilayah Bali dan Nusa Tenggara di Labuan Bajo pada Senin (7/7/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Edi berharap agar daerah tidak hanya dijadikan tempat menampung “masalah” dari kawasan konservasi, tapi juga bisa menikmati “oleh-oleh” atau hasilnya.
“Besar harapan kami supaya ada bagi hasil. Bukan sekadar distribusi masalah seperti urusan sampah. Tapi juga distribusi anggaran untuk bantu daerah memperbaiki sekolah, air minum, puskesmas, dan menjaga agar wisatawan tidak alami musibah,” kata Bupati Edi.
Baca juga :INBISNIS Property, Menjadikan Properti Anda Lebih Berharga
Ia menekankan pentingnya keadilan dalam pengelolaan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Komodo, yang berada di wilayah administratif Manggarai Barat.
“Selama ini duitnya tidak ikut didistribusikan, hanya problemnya saja,” tegasnya.
Menanggapi itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang hadir dalam acara langsung menyambut pernyataan tersebut dengan gaya khasnya yang lugas dan santai.
Baca juga :366 Property Hadirkan Standar Baru dalam Investasi Labuan Bajo
“Jangankan problem sharing atau sampahnya diberikan ke daerah, tapi oleh-olehnya masuk ke kementerian lain juga,” ujar Menhut dalam sambutannya.
Ia setuju bahwa masyarakat Manggarai Barat harus turut menikmati hasil dari potensi alam dan kawasan konservasi yang ada.
“Oleh-olehnya juga dibagi. Gula-gulanya jangan lupa dibagi ke Pemda. Saya setuju, masyarakat Manggarai Barat yang harus menikmati secara langsung hasil dari alam yang secara geografis dan politik adalah milik mereka,” tegasnya.
Menhut juga menyampaikan pesan kebersamaan agar beban dan keuntungan dari kawasan konservasi dibagi secara adil.
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Kalau ada keuntungan, jangan lupa dibagi juga,” ujarnya.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.










