Mawatu Labuan Bajo Diserbu 70 Ribu Pengunjung Dalam Sebulan 

Hiburan, Kuliner, Pariwisata2189 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Sejak resmi dibuka pada 3 Oktober 2025, kawasan wisata baru Mawatu Labuan Bajo telah mencatat kunjungan antara 60.000 hingga 70.000 orang hingga Senin, 10 November 2025.


“Sejak dibuka bulan lalu, 3 Oktober hingga 10 November ini, total kisarannya 60.000 hingga 70.000 pengunjung,” kata Joey Kenyatta, Public Relation (PR) & Marketing Communication Mawatu, saat dikonfirmasi Selasa, 11 November 2025.

Menurut catatan manajemen, rata-rata kunjungan harian mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Pada akhir pekan jumlahnya melonjak signifikan.

“Senin sampai Kamis bisa mencapai 2.000–3.000 pengunjung. Saat akhir pekan bisa tembus 4.500 orang,” ujarnya.

Pada beberapa akhir pekan tertentu, lanjut Joey, jumlah pengunjung bahkan menembus 6.000 orang.

Ia menjelaskan, tingginya kunjungan tak lepas dari konsep arsitektur Mawatu yang bergaya Eropa, dengan panorama laut dan sunset yang menjadi daya tarik utama.


BACA JUGA :
– Lima Contoh Investasi Properti Menjanjikan di Labuan Bajo
– Jelajah Pulau Sumba 4 Hari 3 Malam bersama LABAHO
– Hindari Kapal Terseret Arus! KSOP Labuan Bajo Ingatkan Periksa Tali Jangkar
– Masuk Labuan Bajo Bakal Lebih Mudah di Tahun 2026, Kenapa?
– Tips Hemat Nikmati Open Trip ke Wae Rebo


“Banyak yang datang untuk bersantai, berfoto, dan menikmati sore,” jelasnya.

Selain itu, Mawatu juga menghadirkan berbagai aktivitas rutin, seperti live music setiap akhir pekan, serta kelas yoga dan zumba gratis setiap Jumat dan Sabtu sore.

“Kalau Senin–Kamis buka pukul 10.00 pagi sampai 22.00 malam. Jumat–Minggu dari pukul 10.00 hingga 00.00,” kata Joey.

Daya tarik lain di kawasan ini adalah kehadiran tenant kuliner dan kerajinan tangan lokal yang menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM Manggarai Barat.

“Setiap tenant punya sajian kuliner lokal yang autentik. Kami sebut Special Authentic Tenant. Mereka juga menjual kerajinan tangan. Semua tenant di sini adalah UMKM dari daerah ini,” ujar Joey.

Maike Maria Diana, selaku Tenant Curator, menuturkan seluruh tenant di Mawatu merupakan pelaku UMKM binaan berbagai lembaga, termasuk Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta sejumlah dinas daerah.


BACA JUGA :

– Ular Purba Terekam di Dasar Laut TN Komodo, Mirip Alga
– Jelajah Pulau Sumba 4 Hari 3 Malam bersama LABAHO
– Tarif Sewa Motor dan Mobil Terbaru 2025 di Labuan Bajo
– Gegara Sepi, BTNK Ajak Agen Travel Jual Paket Wisata ke Kampung Kerora
– Open Trip Nuca Molas, Jelajah Spot Mirip Jurassic Park di NTT


“Ada binaan dari BPOLBF, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM,” kata Diana.

Menurutnya, terdapat 39 tenant aktif, termasuk 10 tenant ikonik yang menjadi unggulan.

“Total tenant ada 39, tenant ikonik ada 10,” ujarnya.

Kesepuluh tenant ikonik itu antara lain Gedong Bajo, Rumah Makan Surabaya, Sasando Bajo, Bready Bread, Ehh Babi, Delawa Coffee, Dalhai, Sari Toga Komodo, Pisang Kembung Bajo, dan Awmee Drink.

Diana menegaskan, setiap tenant memiliki karakter dan menu khas yang membedakannya.


“Masing-masing tenant punya ciri khas dan keunikan. Ada makanan, minuman, snack, sampai kerajinan tangan, jadi pengunjung bebas memilih,” ujarnya.

Joey menambahkan, kawasan Mawatu Labuan Bajo terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk.

“Masuk ke wilayah ini gratis dan terbuka untuk umum. Jika ada yang meminta biaya masuk, bisa langsung menghubungi manajemen Mawatu,” tegasnya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.