Ritual Sakral Pagar Gaib Cunca Plias Warnai Tradisi Warga Langgo

Pariwisata18 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR –  Warga Kampung Langgo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaksanakan ritual adat Pagar Gaib Cunca Plias pada Kamis (15/1/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Upacara sakral tersebut turut disaksikan oleh wisatawan mancanegara asal Spanyol dan Prancis yang tengah berkunjung ke wilayah tersebut.

Bagi para turis asal Eropa itu, prosesi adat ini bukan sekadar atraksi wisata. Mereka mengikuti jalannya ritual dengan penuh rasa hormat sebagai bentuk penghayatan terhadap relasi manusia dengan Tuhan serta alam semesta. Rangkaian kegiatan diawali dari rumah adat Mbaru Gendang Kampung Langgo dan Compang Langgo.

Sejumlah tokoh adat bersama anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) Air Terjun Cunca Plias memanjatkan doa pembuka sebelum bergerak menuju mata air yang selama ini menjadi sumber air minum masyarakat, sekaligus lambang kehidupan yang dijaga kesuciannya.


BACA JUGA :

– City Tour Sehari di Labuan Bajo: Goa, Budaya, dan Senja Bukit Sylvia
– Bupati Manggarai Barat Minta Masyarakat Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
– Fenomena “Whirpool” di Perairan TN Komodo, BMKG Beri Penjelasan
– BTNK Perpanjang Penutupan TN Komodo hingga 20 Januari
– Pelabuhan Marina Labuan Bajo Terpantau Sepi Aktivitas Sore ini


Prosesi inti dilaksanakan di kawasan Air Terjun Cunca Plias. Di lokasi tersebut, ritual ungkapan rasa syukur dilakukan di hadapan aliran air terjun yang menjulang megah.

Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan wujud rasa syukur atas berbagai pencapaian selama setahun terakhir, sekaligus menjadi simbol perlindungan spiritual bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos.

“Kami mohon agar wisatawan yang datang dijauhkan dari bahaya dan pulang dengan kenangan indah tanpa masalah,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan ritual ini, masyarakat berharap Cunca Plias dikenal tidak hanya karena pesona alamnya, tetapi juga karena nilai-nilai adat serta doa yang mengiringi setiap kunjungan.

Sejumlah wisatawan Eropa bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai bentuk ziarah budaya yang berkesan dan layak untuk diceritakan kembali di negara asal mereka.

Sumber: Liputan6.com

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *