ASITA NTT Usulkan Pelayaran Kapal Wisata Secara Parsial di Labuan Bajo

Pariwisata230 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan skema pelayaran terbatas bagi kapal wisata di Labuan Bajo sebagai solusi atas larangan berlayar akibat kondisi cuaca buruk yang berlaku pada 20–27 Januari 2026.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

“Kita masih bisa memberlakukan buka tutup parsial. Artinya, jika pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo atau spot-spot wisata yang lebih jauh dinilai berbahaya karena cuaca buruk, izin tetap diberikan ke destinasi terdekat yang masih untuk dikunjungi,” kata Ketua ASITA NTT Oyan Kristian dihubungi dari Kupang, dilansir antaranews.com, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, wisatawan yang tetap ingin menyaksikan komodo dapat dialihkan ke Pulau Rinca. Sementara itu, kegiatan snorkeling masih memungkinkan dilakukan di sejumlah lokasi yang berjarak dekat dari Labuan Bajo dan dinilai aman, seperti Pulau Seraya dan Pulau Kanawa.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas surat edaran dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo yang menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayaran kapal wisata maupun kapal lainnya akibat potensi cuaca ekstrem di kawasan tersebut selama periode 20–27 Januari 2026.


BACA JUGA :

– Meruorah Komodo Luncurkan Paket Wisata Darat An Elevated Landtrip Experience di Labuan Bajo
– Alfridus Ndarung Dukung Perumda Bidadari Pemasok Air Kapal Wisata
– Cuaca Cerah, Aktivitas Bandara Komodo Berjalan Normal 
– Labuan Bajo Dibanjiri 500 Ribu Turis Sepanjang 2025, PAD Rp 2,3 Miliar
– Penutupan Pelayaran Kapal Wisata di Labuan Bajo Diperpanjang sampai 27 Januari


Oyan menuturkan bahwa kebijakan penutupan pelayaran yang dimulai sejak akhir Desember 2025 dan masih berlangsung hingga saat ini telah menyebabkan banyak pembatalan perjalanan wisata serta menimbulkan persoalan pengembalian dana bagi pelaku pariwisata di daerah tersebut.

“Pembatalan trip akibat larangan berlayar ke wilayah perairan sekitar Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo sangat berdampak pada ekonomi masyarakat NTT, khususnya Labuan Bajo yang sangat bergantung pada sektor wisata,” katanya.

Ia menekankan bahwa keputusan terkait izin berlayar sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas pelabuhan, baik KSOP maupun Syahbandar. Meski demikian, ASITA berharap agar kebijakan penutupan tidak diterapkan secara menyeluruh dan dapat dipertimbangkan kembali.

“Kami tetap sampaikan bahwa prioritas utama adalah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tamu. Jika berdasarkan data BMKG suatu wilayah dinilai tidak aman, tentu keputusan sepenuhnya kami kembalikan kepada KSOP atau Syahbandar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan pelayaran parsial menuju destinasi alternatif yang lebih aman dan berjarak dekat diyakini dapat membantu menjaga roda pariwisata serta perekonomian masyarakat setempat agar tetap berjalan.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama agar pariwisata Labuan Bajo tidak benar-benar terhenti, karena pariwisata jadi sektor utama di daerah ini. Kalau aktivitas wisata dan destinasi ditutup pastinya sangat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” katanya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *