Pusat Kuliner Kampung Ujung Kini Miliki Sistem Pengaduan Digital

Kuliner167 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pusat kuliner seafood Kampung Ujung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, kini kembali beroperasi setelah sempat ditutup sementara untuk penataan tata kelola. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Setiap meja kini dilengkapi barcode pengaduan konsumen, yang mulai dipasang pada Selasa malam (20/1/2026).

Masalah dugaan getok harga kerap muncul di pusat kuliner ini. Terakhir, rombongan bos Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) sempat menghadapi dugaan biaya berlebih mencapai Rp 16 juta. 

Dengan barcode, pengunjung dapat langsung menyampaikan keluhan atau laporan kepada Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM (Disnakertranskop dan UMKM) Manggarai Barat.

Pemasangan barcode ini menjadi bagian dari upaya pembenahan yang disorot banyak pihak, termasuk Pemkab Manggarai Barat. 

“Sudah dengan layanan pengaduan konsumen yang langsung ke dinas. Di tiap meja kami tempel barcode,” kata Kepala Disnakertranskop dan UMKM Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, dilansir Detik.com, Rabu (21/1/2026).


BACA JUGA :

– Klarifikasi KSOP Labuan Bajo soal Isu Pungutan Kapal Wisata
– Pariwisata Ditutup, DPRD Desak Kemenhut Perhatikan Nasib Warga Pulau Komodo
– ASITA NTT Usulkan Pelayaran Kapal Wisata Secara Parsial di Labuan Bajo
– 6 Tahun Tunggu Sertifikat, Warga Soroti Kinerja BPN Manggarai Barat
– Pergerakan Penumpang di Bandara Komodo Terpantau Minim Aktivitas


Ney Asmon menjelaskan, sistem ini memudahkan kontrol dan pembinaan UMKM di Kampung Ujung. Setiap pengaduan akan jelas pemilik lapaknya. 

“Supaya mudah kontrol dan catatannya lebih spesifik masalah yang diadukan dan siapa yang diadukan. Jadi tidak tergeneralisir yang berdampak kepada banyak pihak. Mudah pembinaannya juga,” jelasnya.

Sebelumnya, penutupan sementara dilakukan untuk membersihkan lapak dan kawasan pusat kuliner. Hal ini berselang seminggu setelah Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengancam akan menertibkan pedagang yang dianggap merusak citra pariwisata daerah. 

“Saya perintahkan untuk mengevaluasi seluruh pelaku UMKM di Kampung Ujung. Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup,” tegas Edi Endi pada Selasa (6/1/2026).

Edi Endi menekankan, UMKM di Kampung Ujung harus diatur dan ditertibkan. “Kalau masih tidak bisa diatur para pelaku yang ada di Kampung Ujung itu, tutup. Kalau tidak bisa diatur, mereka tidak ada data harga dan sebagainya, tutup,” tambahnya.

Pusat kuliner ini memiliki puluhan UMKM dan sering menjadi sorotan, mulai dari kebersihan hingga dugaan praktik getok harga

Menurut Edi Endi, banyak UMKM di Labuan Bajo justru memperburuk citra pariwisata karena tidak menjaga kebersihan dan tidak mencantumkan daftar harga. 

“Kita selalu omong UMKM, justru memperburuk citra, untuk apa dipertahankan? Kebersihan tidak bisa dijaga dan lain sebagainya. Selalu kita mengurus masalah yang sama dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *