BPOLBF Gandeng BMKG Perkuat Sistem Keamanan Pariwisata Labuan Bajo

Pariwisata35 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar audiensi dengan BMKG di Stasiun Meteorologi Komodo, Labuan Bajo, Rabu, 28 Januari 2026.

Pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor demi mendukung keselamatan dan keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Plt. Direktur Utama BPOLBF Andhy M.T. Marpaung, menyampaikan apresiasi terhadap peran BMKG dalam menyediakan informasi cuaca dan iklim. Ia menegaskan bahwa data prakiraan cuaca menjadi rujukan penting dalam pengambilan kebijakan terkait aktivitas wisata dan perjalanan.

“Prakiraan tersebut menjadi dasar bagi pengelola destinasi wisata dan otoritas terkait dalam menetapkan kebijakan aktivitas wisata serta perjalanan, baik penerbangan, pelayaran, maupun darat, demi menjamin keselamatan wisatawan dan pelaku pariwisata,” kata Andhy, dilansir rri.co.id, Kamis 29 Januari 2026.

Andhy juga menyebutkan, BPOLBF telah berdiskusi dengan asosiasi pariwisata terkait dampak pembatalan perjalanan akibat cuaca ekstrem. Diskusi tersebut mendorong pengembangan alternatif destinasi wisata yang lebih sesuai dikunjungi saat musim hujan atau low season.


BACA JUGA :

– Investasi di 15 Sektor Mabar Tembus Rp 1,8 Triliun Sepanjang 2025
– Perumda Bidadari Sediakan Media Billboard di Lokasi Strategis Labuan Bajo
– Manggarai Barat Bentuk Satgas untuk Tingkatkan PAD, Kajari Memimpin
– Labuan Bajo Perpanjang Larangan Kapal Wisata Sampai 1 Februari
– Persidangan Bukit Keranga Tanpa Kehadiran BPN, Penggugat Siap Aksi Besar


Selain itu, BPOLBF meminta dukungan BMKG dalam penyediaan informasi cuaca untuk menunjang agenda pariwisata, termasuk kegiatan Weekend At Parapuar (WAP).

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa BMKG Komodo tidak hanya melayani kebutuhan prakiraan cuaca untuk bandara dan pelayaran, tetapi juga destinasi wisata di Manggarai Barat.

“Saat ini kami sedang dalam proses diskusi untuk peningkatan kelas stasiun. Jika peningkatan kelas tersebut terwujud, akan ada peluang peningkatan fasilitas peralatan penunjang, termasuk radar cuaca dengan jangkauan hingga 250 kilometer, yang memungkinkan prakiraan hujan hingga tiga jam sebelumnya,” ujar Maria.

Maria menambahkan, informasi cuaca BMKG juga dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat umum. BMKG tengah mempertimbangkan penambahan sensor cuaca di wilayah selatan Labuan Bajo karena alat pemantauan saat ini masih lebih banyak berada di wilayah utara Manggarai Barat.

“Walaupun BMKG menyediakan informasi prakiraan cuaca, keputusan terkait penyelenggaraan maupun penutupan aktivitas tetap berada pada kewenangan otoritas dan pemangku kepentingan di masing-masing wilayah atau destinasi,” ujarnya.

Audiensi ini menegaskan komitmen BPOLBF untuk terus memperkuat sinergi dengan BMKG dan pihak terkait dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata Labuan Bajo yang aman, adaptif terhadap risiko cuaca, dan berkelanjutan.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.