Realisasi Pajak Hotel dan Restoran Manggarai Barat Capai Rp 127,5 Miliar

Pariwisata53 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung penerimaan daerah Manggarai Barat sepanjang 2025. Pajak hotel dan restoran mencatatkan kontribusi gabungan sebesar Rp 127,5 miliar, dengan aktivitas usaha yang mayoritas terpusat di Kota Labuan Bajo.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Dari total tersebut, pajak hotel menyumbang Rp 78,8 miliar, sedangkan pajak restoran atau PBJT makanan dan minuman mencapai Rp 48,7 miliar.

Capaian pajak hotel tercatat sebagai penyumbang terbesar pajak daerah sekaligus komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai Barat tahun 2025. Realisasinya bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Untuk komponen pajak daerah realisasi terbesar itu dicapai oleh komponen pajak hotel. Pajak hotel dengan target sebesar Rp 74,1 miliar terealisasi di tahun 2025 sebesar Rp 78,8 miliar atau 106%,” kata Leli, sapaannya, dilansir Detikbali, Jumat (30/1/2026).

Sementara itu, pajak restoran menempati posisi kedua terbesar meskipun belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan.

“Untuk posisi kedua terbesar itu adanya di realisasi pajak PBJT atas penyediaan makanan minuman atau kita kenal dengan pajak restoran dengan target Rp 49,6 miliar terealisasi Rp 48,7 miliar atau terealisasi 98%,” jelas Leli.


BACA JUGA :

– Alo Oba Bantah Klaim Mediasi Tanah, Sebut Informasi Karlos Tidak Benar
– Penutupan Wisata TNK Tuai Kritik DPRD Manggarai Barat
– Bandara Komodo Siapkan Alat Pemindai Suhu Cegah Super Flu dan Virus Nipah
– Razia Lalu Lintas Berujung Penangkapan Terduga Pencuri HP di Labuan Bajo
– Persidangan Bukit Keranga Tanpa Kehadiran BPN, Penggugat Siap Aksi Besar


Selain pajak, sektor pelayanan kesehatan turut memberi sumbangan signifikan terhadap PAD. Retribusi pelayanan di RSUD Komodo Labuan Bajo tercatat mencapai Rp 49,5 miliar pada 2025, melampaui target yang ditentukan dan menjadi yang tertinggi di antara komponen retribusi daerah.

“Untuk komponen retribusi top skornya ada di retribusi jasa umum pelayanan kesehatan di RSUD Komodo dengan target sebesar Rp 47,6 miliar realisasinya Rp 49,5 miliar atau di atas 104 persen,” kata Leli.

Direktur Utama RSUD Komodo, Maria Yosephina Melinda Gampar, menyebutkan bahwa pendapatan tersebut berasal dari layanan kesehatan terhadap lebih dari 50 ribu pasien sepanjang tahun.

“Realisasi 2025 Rp 49,5 miliar dari total kunjungan rawat jalan 43.385 (pasien) dan rawat inap 7.010. Retribusi pelayanan kesehatan di RSUD (Komodo) ada penerimaan oleh RSUD terkait layanan rawat jalan dan rawat inap di RSUD,” kata Melinda.

Ia menambahkan, lonjakan penerimaan ini sejalan dengan peningkatan signifikan jumlah pasien dibandingkan tahun sebelumnya.

“Realisasi penerimaan 2024 sebesar Rp 25,6 miliar dan tahun 2025 sebesar Rp 49,5 miliar. Untuk tahun 2024 kunjungan total rawat jalan 24.581 orang, rawat inap 5.509. Naik sekitar 60-70%,” tandas Melinda.

Secara keseluruhan, PAD Manggarai Barat tahun 2025 terealisasi lebih dari Rp 286 miliar dan melampaui target. Meski demikian, realisasi pajak daerah masih sedikit di bawah proyeksi, sementara retribusi daerah dan komponen PAD lainnya justru melampaui target yang ditetapkan.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *