Kapal Wisata Ditutup, Sejumlah Destinasi Darat Labuan Bajo Tetap Beroperasi

Pariwisata72 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Selama lebih dari satu bulan terakhir, aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum dapat berjalan normal. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Penutupan sementara pelayaran kapal wisata berdampak pada tidak dapat diaksesnya Taman Nasional Komodo serta sejumlah destinasi wisata di perairan sekitar.

Walaupun jalur laut masih ditutup, wisatawan tetap memiliki alternatif kunjungan ke sejumlah destinasi wisata darat di Labuan Bajo. 

Beberapa destinasi wisata darat berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Disparekrafbud) Manggarai Barat. Selain itu, terdapat pula atraksi budaya di kampung-kampung adat yang dikelola langsung oleh masyarakat lokal.

“Goa Batu Cermin, Puncak Waringin, Ngalor Kalo,” kata Sekretaris Disparekrafbud Manggarai Barat Crispin Mesim, Minggu (1/2/2026).

Ketiga lokasi wisata tersebut saat ini masih menerima kunjungan wisatawan. Sementara itu, sejumlah destinasi lain yang juga dikelola oleh Disparekrafbud Manggarai Barat masih belum dibuka akibat kondisi cuaca yang belum mendukung, di antaranya Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang.


BACA JUGA :

– Donor Darah Warnai HUT ke-54 Basarnas di Labuan Bajo, 56 Kantong Terkumpul
– KSOP Perpanjang Penutupan Kapal Wisata di Labuan Bajo sampai 4 Februari
– Diduga Sopir Mabuk, Innova Hantam Truk Sampah di Labuan Bajo
– Polisi Limpahkan Berkas Kasus KM Putri Sakinah ke Kejaksaan
– Kesiapan Angkutan Lebaran, Kemenhub Periksa Kelaikan Kapal di Labuan Bajo


Untuk memasuki destinasi wisata yang masih beroperasi, pengunjung dikenakan retribusi masuk. Disparekrafbud Manggarai Barat menetapkan tarif sebesar Rp 50 ribu bagi wisatawan mancanegara dan Rp 20 ribu untuk wisatawan nusantara.

Salah satu destinasi yang masih ramai dikunjungi wisatawan adalah Goa Batu Cermin yang berada di Kota Labuan Bajo, sekitar tujuh menit perjalanan darat dari Bandara Internasional Komodo. 

Gua ini dikenal dengan pantulan cahaya matahari pada dinding batu yang menciptakan efek menyerupai cermin, serta formasi stalaktit dan stalagmit yang berkilau saat terkena cahaya.

Selain Goa Batu Cermin, wisatawan dapat mengunjungi Puncak Waringin yang berlokasi dekat pusat Kota Labuan Bajo, sekitar lima menit dari Bandara Internasional Komodo. Destinasi ini menjadi spot favorit menikmati panorama matahari terbenam dengan latar perairan Labuan Bajo dan kapal pinisi.

Alternatif wisata darat lainnya adalah Agrowisata Ngalor Kalo di Desa Siru, Kecamatan Lembor, yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Labuan Bajo dan menawarkan panorama persawahan khas Lembor. 

Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati kekayaan budaya Manggarai melalui berbagai pertunjukan tradisional di kampung-kampung adat, seperti Kampung Melo dan Kampung Cecer di Kecamatan Mbeliling, yang menampilkan atraksi Tari caci, Rangkuk Alu, serta tradisi lokal lainnya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *