Upah Tertunggak, Pekerja dan Pemilik Alat Berat Mawatu Resort Labuan Bajo Protes

Ragam100 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Di balik pembangunan besar-besaran Mawatu Resort di pesisir Labuan Bajo, muncul keluhan dari para pekerja lapangan. Sejumlah pemilik alat berat dan operator mengaku belum menerima gaji serta pembayaran sewa alat selama hampir lima bulan.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Proyek milik Vasanta Group di Batu Cermin ini dirancang sebagai kawasan wisata terpadu dengan ruko, hotel, beach club, hingga restoran apung. Namun di tengah progres pembangunan, masalah pembayaran justru membebani para pekerja.

Total tunggakan yang disebut mencapai sekitar Rp365 juta. Para pemilik alat berat mengaku sudah bekerja sesuai kontrak, bahkan lembur demi mengejar target proyek.

“Jika dihitung dari invoice penagihan, ada yang belum dibayar selama empat sampai lima bulan,” kata Gerhardus Jack Darung, dilansir INFOLABUANBAJO, Kamis, 5 Februari 2026.

Karena pembayaran tak kunjung cair, sebagian pekerja terpaksa berutang untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya operasional alat.


BACA JUGA :
– Asita Desak Agen Wisata Ilegal di TN Komodo Segera Ditangkap
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Kuota 1.000 Turis per Hari di TN Komodo Mulai Uji Coba
– TN Komodo Kembali Dibuka, Pelayaran Malam Tak Diizinkan
– Pelaku Wisata Labuan Bajo Kritik Kinerja Kemenpar


“Bukan hanya untuk kebutuhan dapur. Kami juga harus berutang agar alat berat tetap bisa bekerja mendukung proyek,” ujar Darung.

Menurut mereka, kontraktor PT Mitralanggeng Prama Konstruksi mengakui adanya tunggakan, namun berdalih dana dari pemilik proyek belum turun. Kondisi itu membuat pekerja merasa dirugikan.

“Apakah kami harus menjadi korban dari perselisihan kalian?” kata Darung.

Sebagai bentuk protes, baliho dipasang di pintu masuk kawasan proyek. Darung juga sempat menghentikan operasional alat karena terus merugi, namun diminta tetap bekerja.

“Saya hentikan alat karena kerugian terus berjalan. Tapi diminta lanjut dengan janji pembayaran akan dijamin,” katanya.

Keluhan serupa datang dari operator. Romelus Mautorin mengaku upahnya belum dibayar berbulan-bulan.

“Gaji kami belum dibayar sampai sekarang. Kami terpaksa pinjam uang ke koperasi,” ujarnya.

Para pekerja berharap kontraktor dan pihak pengembang segera menyelesaikan hak mereka. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan terkait tunggakan tersebut.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *