Minibus Telaga Rindu Terjun di Roe Manggarai Barat, 3 Luka Ringan

Ragam81 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan minibus Telaga Rindu terjadi di Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (17/2) sekitar pukul 13.15 WITA. Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar karena kendaraan tiba-tiba terperosok ke jurang di tepi jalan utama.

Minibus yang bergerak dari arah Labuan Bajo menuju Werang dilaporkan keluar dari badan jalan dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 13 meter yang dipenuhi semak belukar serta pepohonan.

“Mobil sempat terguling empat kali sebelum akhirnya berada di posisi sekarang,” ujar Obin, dilansir Labuan Bajo Terkini, Selasa (17/2/2026).

Saksi mata bernama Obin (20) menuturkan, sebelum terjun ke jurang, kendaraan terlihat kehilangan kendali. Ia menduga faktor kelelahan dan rasa kantuk sopir menjadi penyebab insiden tersebut.

Di lokasi kejadian, warga tampak memadati area sekitar kendaraan yang berhenti tidak jauh dari rumah penduduk. Proses pertolongan dilakukan secara spontan oleh masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian.

“Saya ngantuk dan kaget saat mobil sudah terbalik di bawah lereng,” katanya.

Sopir minibus, Aldi, mengakui dirinya dalam kondisi mengantuk saat mengemudi. Ia menjelaskan bahwa di dalam kendaraan terdapat dua penumpang serta satu kondektur, dan seluruhnya berhasil selamat dari kecelakaan itu.


BACA JUGA :
– BKH: Jangan Tutupi Masalah MBG, Presiden Butuh Informasi Akurat
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Turis Asal Kanada Ditemukan Meninggal di Hotel Labuan Bajo, Ini Kronologinya
– April 2026, Kunjungan ke TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari
– Pelni Labuan Bajo Beri Diskon 30 Persen Tiket Mudik Lebaran 2026


“Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, saat menyadari mobil hilang kendali, sopir langsung membelokkan setir ke kiri sehingga kendaraan keluar dari jalan dan terjun ke jurang,” jelasnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat IPDA Bayu Wicahya Soekarno, membenarkan bahwa kecelakaan diduga dipicu oleh kelelahan yang menyebabkan sopir mengalami microsleep. Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp 10 juta, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dari empat orang yang berada di dalam mobil, tiga penumpang mengalami luka ringan, sementara sopir dan kondektur tidak mengalami cedera.

“Mobil tiba-tiba miring ke kiri dan jatuh. Kami segera mencoba menolong penumpang, syukurlah mereka hanya mengalami luka ringan,” ujarnya.

Robertus Juang (29), saksi lainnya di lokasi, menggambarkan suasana mencekam saat kendaraan tergelincir ke jurang. Ia bersama warga lain langsung berupaya memberikan pertolongan kepada para korban.

Berdasarkan informasi di lapangan, kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan baik dengan aspal mulus dan cuaca cerah. Namun, minimnya arus kendaraan di jalur tersebut diduga membuat konsentrasi pengemudi menurun hingga mengalami microsleep.

Setelah menerima laporan, anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan evakuasi serta mengamankan barang bukti kendaraan.

“Kami sudah mengecek TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat. Para penumpang yang mengalami luka ringan sudah kembali ke kampung mereka di Werang,” tambah Kanit Gakkum Satlantas Polres Mabar.

Pihak kepolisian kembali mengimbau para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan umum, agar selalu memprioritaskan keselamatan saat berkendara, terutama di jalur menantang.

“Jika merasa mengantuk saat berkendara di jalur yang menantang, pengemudi sebaiknya beristirahat sejenak untuk mencegah kecelakaan,” tutup IPDA Bayu.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.