Kakek 80 Tahun di Manggarai Barat Diduga Cabuli 2 Anak SD

Ragam119 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Suasana tenang di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendadak terusik setelah mencuat dugaan tindak asusila yang menyeret seorang pria lanjut usia berinisial SS (80). Kasus tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian.

Penyidik menyebut terduga pelaku diduga menggunakan cara membujuk anak-anak dengan iming-iming uang bernilai kecil. Setelah korban berada di dalam rumah, pintu disebut langsung ditutup dan dikunci.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 Wita. Dua anak berusia enam tahun yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar diduga diajak datang ke rumah pelaku.

Menurut keterangan polisi, ajakan tersebut dilakukan dengan rayuan yang memanfaatkan kepolosan korban sehingga mereka menuruti permintaan pelaku.

Kapolsek Sano Nggoang, IPDA Risbel Pandiangan, mengatakan setelah korban masuk ke dalam rumah, pelaku langsung menutup dan mengunci pintu.

“Informasi awal yang kami terima, pelaku membujuk korban masuk ke rumah, lalu pintu dikunci. Setelah itu, pelaku memberikan sejumlah uang agar korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun,” kata Risbel, dilansir Info Labuan Bajo, Kamis, 19 Februari 2026.


BACA JUGA :
– Minibus Telaga Rindu Terjun di Roe Manggarai Barat, 3 Luka Ringan
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Turis Asal Kanada Ditemukan Meninggal di Hotel Labuan Bajo, Ini Kronologinya
– April 2026, Kunjungan ke TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari
– BBKSDA Rekomendasikan Golo Mori sebagai Alternatif Lihat Komodo


Polisi mencatat masing-masing anak menerima uang Rp10 ribu dan Rp5 ribu. Nominal tersebut diduga diberikan untuk mencegah korban menyampaikan kejadian itu kepada orang tua maupun warga sekitar.

Aparat juga menyebut modus pemberian uang dalam jumlah kecil kerap digunakan dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak, karena memanfaatkan keterbatasan pemahaman korban terhadap situasi yang mereka alami.

Peristiwa ini terungkap beberapa jam setelah kejadian. Sekitar pukul 16.00 Wita, orang tua salah satu korban mulai merasa ada yang janggal ketika melihat anaknya tampak kesulitan saat berjalan.

Setelah didekati dan ditanya secara perlahan, korban akhirnya mengungkapkan apa yang dialaminya di rumah terduga pelaku.

“Orang tua melihat ada perubahan pada anaknya, terutama cara berjalan yang tidak biasa. Setelah ditanya, korban mengaku baru saja dari rumah pelaku,” ujar Risbel.

Pada Rabu, 18 Februari 2026, keluarga membawa kedua anak tersebut ke Puskesmas Werang untuk menjalani pemeriksaan medis awal. 

Pemeriksaan itu dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus menjadi bagian dari pengumpulan bukti dalam proses penyelidikan.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.