12 Korban Dugaan TPPO Asal Jabar Tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo

Ragam115 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Sebanyak 12 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada Senin siang sekitar pukul 11.54 WITA. Kedatangan mereka merupakan bagian dari proses pemulangan setelah sebelumnya berada di Nusa Tenggara Timur.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Setibanya di terminal kedatangan, rombongan langsung diarahkan menuju kendaraan yang telah disiapkan. Mereka terlihat mengenakan masker sambil membawa tas serta koper pribadi. Tidak seperti saat diberangkatkan dari Maumere, kali ini wajah mereka tidak lagi ditutupi kain.

Sebelumnya, para korban diterbangkan dari Maumere menggunakan pesawat carter milik Susi Air menuju Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan ke Jawa Barat. Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, turut memastikan kondisi para korban sebelum keberangkatan. Ia menyampaikan bahwa pemulangan dilakukan setelah memastikan seluruh korban dalam kondisi baik.

“Tujuan kami memastikan seluruh korban dalam kondisi sehat, aman, dan baik, sehingga mereka bisa dipulangkan kembali ke Jawa Barat,” ujar Dedi, dilansir Tribunflores, Senin (23/2/2024).

Awalnya terdapat 13 orang yang direncanakan kembali bersama rombongan. Namun satu orang telah lebih dulu pulang, sehingga tersisa 12 korban yang diberangkatkan pada hari tersebut.


BACA JUGA :
– Viral di Medsos, Satlantas Polres Mabar Sidak Parkir Liar di Jalan Pantai Pede
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Rakor Multi Pihak, Badan Peduli TNK Perkuat Kolaborasi untuk Kelestarian Kawasan
– Polres Mabar Terima Penghargaan Kemenhub atas Keselamatan Pelayaran
– Debat di DPRD Mabar: Gaji Guru Honorer Dibandingkan dengan PPPK SPPG


Proses Hukum Tetap Dilanjutkan

Meski para korban telah dipulangkan, Dedi menegaskan bahwa proses hukum kasus dugaan TPPO tersebut tidak dihentikan dan akan terus berjalan sesuai ketentuan.

“Namun proses hukumnya tetap berjalan. Mereka juga sudah menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan penanganan perkara, mulai dari penyelidikan, penetapan tersangka, hingga melengkapi berkas di kejaksaan dan apabila dibutuhkan akan hadir sebagai saksi di persidangan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan hingga perkara tersebut benar-benar selesai.

“Kami memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendampingi seluruh proses sampai persoalan ini tuntas,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah para korban mengeluhkan ketidakjelasan terkait hak upah serta dugaan adanya perlakuan kekerasan selama bekerja.

“Pada prinsipnya, jika seseorang bekerja tanpa ada persoalan tentu tidak menjadi masalah. Yang kami tangani adalah ketika dalam pekerjaan itu muncul masalah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa detail lebih lanjut mengenai perkara akan disampaikan oleh penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Terkait detailnya nanti akan dijelaskan oleh penyidik. Namun yang menjadi keluhan utama adalah tidak adanya kepastian mengenai besaran upah yang diterima serta adanya dugaan kekerasan yang mereka alami saat bekerja,” ucapnya.

Setelah rombongan tiba di Labuan Bajo, Dedi dijadwalkan menyusul untuk melanjutkan pendampingan sebelum para korban melanjutkan perjalanan kembali ke Jawa Barat.

Pemulangan dilakukan dengan pendampingan pemerintah daerah, sementara proses hukum dugaan TPPO masih terus berlanjut.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *