Debat di DPRD Mabar: Gaji Guru Honorer Dibandingkan dengan PPPK SPPG

Ragam106 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Manggarai Barat memanas setelah terjadi adu argumen antara anggota Fraksi Gerindra, Fidelis Syukur, dan anggota Fraksi Golkar, Rofinus Rahmat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Perdebatan itu dipicu pernyataan Rofinus yang membandingkan besaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan gaji guru honorer.

RDP yang digelar bersama Persatuan Guru Swasta Manggarai Barat (PGSMB) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/2/2026), awalnya membahas keluhan guru sekolah swasta yang tidak bisa mengikuti seleksi PPPK. Namun, pembahasan melebar saat isu kesejahteraan guru honorer disinggung.

Rofinus dalam forum tersebut meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menaruh perhatian serius pada alokasi anggaran untuk guru honorer. Ia mengaku prihatin karena masih ada guru yang telah mengabdi puluhan tahun, tetapi menerima gaji yang dinilainya sangat tidak layak.

“Kita sama-sama dengar seperti apa yang namanya upah, antara yang diterima oleh baik PPPK maupun PPPK Paruh Waktu dengan guru honorer. Di media sosial itu beredar bahwa guru yang mengabdi 23 tahun diupah Rp 300 ribu per bulan, (tapi) PPPK Paruh Waktu atau PPPK yang muncul di SPPG MBG gajinya sekian juta,” kata Rofinus, dilansir Detikbali, Senin (23/2/2024).

Ucapan tersebut memancing reaksi sejumlah anggota dewan yang hadir, bahkan terdengar tawa di ruang sidang. Rofinus pun menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan bukan sekadar opini, melainkan fakta yang menurutnya beredar luas.


BACA JUGA :
– Viral di Medsos, Satlantas Polres Mabar Sidak Parkir Liar di Jalan Pantai Pede
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Rakor Multi Pihak, Badan Peduli TNK Perkuat Kolaborasi untuk Kelestarian Kawasan
– Polres Mabar Terima Penghargaan Kemenhub atas Keselamatan Pelayaran
– BBKSDA Rekomendasikan Golo Mori sebagai Alternatif Lihat Komodo


“Tidak usah dibantah, atau ada yang mau bantah fakta ini?” tegas Rofinus.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi oleh Fidelis Syukur. Ia mengingatkan agar pembahasan tidak berkembang ke arah yang bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap program MBG. Menurutnya, diskusi harus tetap proporsional dan tidak menimbulkan anggapan seolah-olah program tersebut menghambat kepentingan pihak lain.

“Supaya jangan liar diskusinya di luar, jangan sampai dibilang program MBG menghambat semua kepentingan lain,” kata Fidelis.

“Bahwa ada soal honor antara pekerja di MBG dengan teman-teman guru yang di swasta, saya sepakat dengan yang disampaikan Pak Kanis (evaluasi Yayasan yang mempekerjakan guru),” lanjut dia.

Ketika Fidelis masih menyampaikan pandangannya, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, yang memimpin jalannya RDP, memotong pembicaraan dan meminta agar diskusi tetap fokus pada agenda utama.

“Fokus-fokus, jangan omong lagi yang lain,” ujar Beni.

Namun, Fidelis tetap melanjutkan penjelasannya dan menilai bahwa dirinya berhak menanggapi karena isu MBG lebih dulu disinggung dalam forum tersebut. Situasi sempat diwarnai adu argumen antara keduanya.

“Pak Ketua jangan membantah karena Pak Rofinus sudah mulai berbicara tentang MBG,” kata Fidelis.

Benediktus Nurdin kembali menjelaskan bahwa ia sebelumnya telah mengingatkan Rofinus agar tidak melebar dari pokok pembahasan. Meski demikian, Fidelis tetap menyampaikan pandangannya hingga tuntas.

“Saya sampaikan kepada Pak Ketua, supaya jangan bias diskusinya. Jangan sampai program MBG menjadi hambatan,” sahut Fidelis.

“Saya ingatkan memang. Karena program pemerintah tidak ada keberpihakan kepada sekolah negeri, semua sekolah swasta, negeri juga dilayani semua,” pungkasnya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *