Meruorah Komodo Labuan Bajo Uji Kompetensi Siswa Kuliner SMK

Kuliner23 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Keterlibatan industri pariwisata dalam dunia pendidikan vokasi di Labuan Bajo mulai semakin nyata. Salah satu contohnya adalah partisipasi hotel bintang lima Meruorah Komodo Labuan Bajo yang terlibat langsung sebagai penguji eksternal dalam kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Kegiatan UKK tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 1 Labuan Bajo pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam ujian ini, para siswa kelas XII Program Keahlian Kuliner menjalani penilaian praktik yang diawasi langsung oleh praktisi industri perhotelan untuk memastikan kemampuan mereka memenuhi standar dapur profesional hotel berbintang.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Labuan Bajo, yang saat ini berkembang pesat sebagai destinasi wisata kelas dunia.

General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy H. Butar Butar, menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung perkembangan pendidikan generasi muda di Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, penguatan sektor pariwisata di masa depan sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang diterima oleh generasi muda saat ini.

“Meruorah berkomitmen mendukung pendidikan anak-anak sekolah di Manggarai Barat. Kami ingin menjadi jembatan agar para siswa siap kerja dan memiliki standar global ketika lulus,” ujar Rudy, dilansir Info Labuan Bajo, Selasa (10/3/2026).

Dalam kegiatan UKK tersebut, tim dari Meruorah dipimpin oleh Gede Adi Yulyawan yang menjabat sebagai Executive Assistant Manager. Ia memiliki pengalaman panjang di dunia kuliner profesional, termasuk pernah menjabat sebagai Executive Chef serta memiliki sertifikasi assessor audit HACCP.


BACA JUGA :


Adi menilai bahwa keterampilan memasak saja belum cukup untuk mampu bersaing di industri perhotelan internasional. Para siswa juga perlu memperkuat kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa asing.

“Anak-anak perlu dibekali kemampuan bahasa Inggris karena Labuan Bajo adalah destinasi super prioritas. Kompetensi teknis harus dibarengi kemampuan komunikasi agar bisa bersaing secara global,” ujarnya.

Selama proses ujian berlangsung, dapur praktik yang ada di sekolah dibuat menyerupai dapur profesional hotel. Para siswa ditugaskan menyiapkan rangkaian menu lengkap yang terdiri dari berbagai jenis hidangan.

Menu yang dimasak para peserta meliputi sandwich, salad, sup hingga hidangan utama berbahan dasar daging yang harus diolah sesuai standar teknik memasak profesional.

Selain kemampuan memasak, aspek kedisiplinan kerja juga menjadi perhatian dalam proses penilaian. Para siswa diwajibkan menjaga kebersihan area kerja, bekerja sesuai waktu yang ditentukan, serta mengikuti seluruh instruksi sebagaimana prosedur kerja di dapur hotel.

Adi juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap salah satu siswa yang berani mencoba memasak hidangan klasik asal Prancis, Beef Bourguignon. Hidangan tersebut dikenal memiliki proses memasak yang cukup panjang untuk menghasilkan rasa dan tekstur yang sempurna.

“Memang tidak sempurna karena keterbatasan waktu, tetapi keberanian dan teknik yang ditunjukkan patut diapresiasi,” katanya.

Melalui kerja sama antara sekolah dan dunia industri ini, diharapkan lulusan SMK di Labuan Bajo memiliki kemampuan yang lebih siap menghadapi dunia kerja. Selain meningkatkan kepercayaan diri, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *