Wabup Mabar Dorong Pramuwisata Lebih Profesional dan Berdaya Saing

Pariwisata, Ragam1341 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang digelar Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat pada Senin, 16 Maret 2026.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Pelatihan ini mengusung tema penguatan kapasitas pramuwisata agar lebih profesional, kompeten, dan memiliki daya saing dalam mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo yang berkualitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pihak strategis, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat Stefanus Jemsifori, Ketua DPP HPI Indonesia Imam Widodo, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Basarnas, berbagai asosiasi profesi pariwisata, serta ratusan anggota HPI Manggarai Barat.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menyoroti perubahan orientasi dalam pengembangan pariwisata yang kini tidak lagi semata mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas pengalaman yang dirasakan wisatawan.

“Sudah ada perubahan paradigma, kalau dulu orang mementingkan kualitas, makin banyak yang datang bagus tapi ternyata sekarang itu, bukan itu yang penting. Orang mementingkan wisata yang berkualitas,” ujar Wakil Bupati Yulianus Weng, dilansir Pos-Kupang, Selasa (17/3/2026).

Ia menegaskan bahwa wisata berkualitas harus mampu menghadirkan pengalaman yang autentik, mendalam, dan memberikan ruang interaksi antara wisatawan dengan budaya lokal.


BACA JUGA :


“Mereka tidak hanya ingin diperkenalkan dengan foto-foto di tempat yang kita tunjukan karena itu mereka bisa dapat di tempat lain. Yang penting, selain mereka berfoto mereka juga bisa ikut merasakan bagaimana budaya lokal setempat, bagaimana kearifan lokal setempat dan mereka bisa berinteraksi. Itu yang paling penting,” jelasnya.

Selain aspek pengalaman wisata, perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pariwisata. Upaya menjaga kelestarian alam dinilai menjadi tanggung jawab bersama agar potensi wisata tetap terjaga hingga generasi mendatang.

“Untuk itu, pariwisata harus menyediakan lingkungan alam yang tetap terjaga dan asri. Sampah juga harus dapat dikelola dengan baik, tidak ada sampah yang berserakan di tempat-tempat wisata,” ujar Wakil Bupati dua periode tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata sektor pariwisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Keberadaan pariwisata diharapkan mampu membuka peluang ekonomi sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Peran pramuwisata dinilai sangat vital, terutama dalam membangun narasi dan cerita yang mampu memperkaya pengalaman wisatawan selama berkunjung.

“Yang paling penting kita bisa menjadi storyteller yang baik, bisa menyajikan narasi-narasi yang alami dan yang benar tentang alam, tentang tempat di mana kita mengajak wisatawan. Ini yang masih kurang, kita belum bisa menjadi storyteller, bisa menceritakan narasi yang baik,” ujarnya.

“Kita bisa mempertanggungjawabkan narasi yang kita sampaikan. Karena kalau kita hanya bisa menunjukkan tempat, tempat lain juga indah tapi kelebihan kita, kita juga bisa menarasikan tempat ini dengan baik, dengan benar, dan itu pula bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Weng.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *