Wisatawan Ditolak di Padar, PMBB Sebut Tamparan Keras

Pariwisata1919 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Penolakan terhadap puluhan wisatawan yang hendak masuk ke kawasan Pulau Padar akibat kuota harian yang telah penuh menuai perhatian dari berbagai pihak.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Insiden tersebut dinilai mencerminkan perlunya pembenahan serius dalam sistem pengelolaan kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

Ketua Umum Pemuda Manggarai Barat Bersatu (PMBB), Obe Hormat, menyebut kejadian itu sebagai peringatan penting bagi pengelola pariwisata agar tidak mengabaikan kesiapan sistem di lapangan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/4) dan melibatkan 24 wisatawan yang menggunakan kapal cepat Speed Shiena. Rekaman video saat wisatawan tidak diizinkan masuk kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi.

Meski kondisi di lokasi tetap terkendali, rasa kecewa dari para wisatawan yang telah menempuh perjalanan jauh terlihat jelas. Mereka harus membatalkan rencana kunjungan setelah mengetahui kuota hari itu telah terpenuhi.

“Kejadian ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Ini adalah bukti nyata bahwa sistem yang ada saat ini belum siap mengimbangi laju promosi dan arus kunjungan wisatawan,” ujar Obe, dilansir Labuan Bajo Terkini, Sabtu 4 Maret 2026.

Ia menilai kejadian tersebut sangat disayangkan, mengingat wisatawan yang datang telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dampaknya, menurut dia, tidak hanya dirasakan oleh wisatawan, tetapi juga mempengaruhi citra daerah sebagai destinasi wisata internasional.


BACA JUGA :


“Ini mempermalukan kita di mata dunia. Wisatawan kecewa, kepercayaan hilang. Pariwisata tidak bisa dikelola dengan setengah siap, karena sekali kecewa, sangat sulit mengembalikannya,” tegasnya.

Minta Pembenahan Menyeluruh

Lebih lanjut, Obe menegaskan bahwa pihaknya tidak menentang kebijakan pembatasan jumlah pengunjung selama tujuannya untuk menjaga kelestarian alam. Namun, ia menyoroti perlunya kesiapan teknis dan koordinasi yang matang agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan masalah di lapangan.

“Kami tidak menolak kuota, kami paham pentingnya pelestarian alam. Tapi yang kami tanya, di mana kesiapan sistemnya? Jangan promosi jalan besar-besaran, tapi pengelolaan di lapangan justru mengecewakan,” tambahnya.

Ia juga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang digunakan saat ini, termasuk mekanisme pemesanan tiket, keterbukaan informasi mengenai ketersediaan kuota secara real-time, hingga kemungkinan penghentian sementara kebijakan apabila dinilai belum berjalan optimal.

BTNK Jelaskan Sistem di Aplikasi SIORA

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Balai Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menyampaikan bahwa peristiwa itu kemungkinan terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap sistem reservasi yang telah diberlakukan.

Ia mengimbau para operator tur dan pemandu wisata agar lebih aktif memberikan informasi kepada wisatawan mengenai ketersediaan kuota sebelum melakukan perjalanan.

“Teman-teman operator sebenarnya sudah tahu kondisi tiket. Harusnya selalu perhatikan kuota yang tersedia,” kata dia.

Hendrikus menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan panduan yang cukup jelas melalui aplikasi SIORA, yang digunakan sebagai sistem pemesanan tiket kunjungan.

Dalam aplikasi tersebut, ketersediaan kuota ditampilkan melalui indikator warna yang mudah dipahami oleh pengguna.

“Warna hijau berarti slot masih tersedia dan bisa dipesan. Sementara warna merah menandakan kuota habis dan sistem otomatis terkunci, sehingga reservasi tidak bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, sejak April 2026, pihak Balai Taman Nasional Komodo mulai menerapkan pembatasan jumlah kunjungan maksimal sebanyak 365.000 orang dalam setahun atau rata-rata 1.000 orang per hari.

Kebijakan ini diberlakukan dengan mengacu pada standar konservasi internasional serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Well, silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Follow Instagram LABUAN BAJO TODAY dan bergabung di Group WA untuk mendapatkan berita terbaru seputar Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Jangan tertinggal berita terupdate, tetap terhubung bersama LABUAN BAJO TODAY!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *