Pelaku Wisata Keluhkan Kuota Kunjungan TN Komodo dalam RDPU Komisi IV DPR 

Pariwisata244 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Kebijakan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Komodo mulai menuai sorotan dari pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo. Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi IV DPR RI bersama para pelaku wisata, Senin (6/4/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pelaku usaha menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak kebijakan kuota kunjungan yang mulai diterapkan sejak April 2026. Mereka menilai pembatasan jumlah wisatawan berpotensi mempengaruhi keberlangsungan usaha pariwisata di Labuan Bajo.

Perwakilan Asosiasi Kapal Wisata Manggarai Barat, Ahyar Abadi, mengatakan kebijakan kuota tersebut dinilai belum memiliki dasar yang dipahami secara terbuka oleh pelaku usaha. Ia mempertanyakan penetapan jumlah kunjungan harian yang dibatasi sekitar 1.000 orang.

“Kami ingin mengetahui dasar dari angka 1.000 pengunjung per hari itu. Harus ada penjelasan yang jelas mengenai kajian ilmiah yang digunakan, termasuk dampaknya terhadap lingkungan jika jumlah pengunjung bertambah,” ujar Ahyar dalam forum tersebut.

Ia juga menilai kebijakan ini tidak sejalan dengan target kunjungan wisatawan yang dicanangkan pemerintah secara nasional. Menurutnya, perbedaan antara target nasional dan jumlah kunjungan yang dibatasi di Labuan Bajo dinilai terlalu jauh.

“Secara nasional pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan dalam jumlah besar setiap tahun, tetapi untuk Labuan Bajo justru dibatasi sekitar 365 ribu kunjungan. Hal ini menjadi pertanyaan bagi kami,” katanya.

Selain persoalan kuota, Ahyar juga menyoroti ketimpangan dalam penerapan aturan, khususnya terhadap kapal pesiar atau cruise. Ia menyebut kapal pesiar yang membawa ratusan hingga ribuan wisatawan tidak termasuk dalam pembatasan kuota.


BACA JUGA :


“Pelaku wisata lokal dibatasi dengan ketat, sementara kapal cruise yang membawa ratusan hingga ribuan penumpang justru tidak terkena pembatasan. Kondisi ini menimbulkan ketidakadilan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku wisata pada dasarnya mendukung upaya pelestarian lingkungan di kawasan taman nasional. Namun, ia menilai kebijakan yang diterapkan saat ini terlalu berfokus pada administrasi dan kurang memperhatikan kondisi nyata di lapangan.

“Kami tidak menolak konservasi, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan kondisi di lapangan. Dampaknya sangat terasa bagi pelaku usaha,” tambahnya.

Ahyar juga mengungkapkan bahwa sejak kebijakan tersebut diterapkan, sejumlah pelaku usaha mulai merasakan dampak langsung. Ia menyebut meningkatnya keluhan dari wisatawan hingga permintaan pengembalian dana dalam jumlah besar.

“Banyak wisatawan yang komplain, bahkan ada yang membatalkan kunjungan. Permintaan refund juga meningkat, dan ini tentu berdampak pada usaha pariwisata di daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan kepentingan ekonomi masyarakat lokal.

Ia mengingatkan bahwa kawasan Komodo harus tetap dijaga agar dapat dinikmati dalam jangka panjang. Namun, menurutnya, manfaat ekonomi dari pariwisata juga harus dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Jangan sampai kawasan Komodo hanya dinikmati sekarang, tetapi di masa depan tidak bisa lagi dimanfaatkan. Kita juga harus memastikan masyarakat lokal mendapatkan manfaat, bukan hanya pelaku usaha dari luar daerah,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, pihak DPR berencana mengundang Kementerian Kehutanan Republik Indonesia serta Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) untuk membahas lebih lanjut kebijakan kuota kunjungan yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak.

Melalui forum dialog tersebut, diharapkan dapat ditemukan solusi yang mampu menjaga kelestarian kawasan sekaligus memastikan kegiatan pariwisata di Labuan Bajo tetap berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Well, silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Follow Instagram LABUAN BAJO TODAY dan bergabung di Group WA untuk mendapatkan berita terbaru seputar Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Jangan tertinggal berita terupdate, tetap terhubung bersama LABUAN BAJO TODAY!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *