Kapolda NTT: Sertifikat USEFT Adalah Amanah untuk Menolong Sesama

Ragam708 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, KUPANG – Tekanan pekerjaan, trauma, hingga beban psikologis yang tak kasatmata sering kali dipikul dalam sunyi baik oleh personel kepolisian maupun masyarakat luas dalam realitas hidup yang semakin kompleks.


Memahami bahwa kesehatan mental adalah fondasi utama dari profesionalisme dan kebahagiaan keluarga, sebuah langkah humanis baru saja diinisiasi oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Polda NTT mengambil langkah nyata untuk merangkul anggotanya dan masyarakat luas melalui Pelatihan dan Sertifikasi The Masterpiece of USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) Practitioner Class yang berlangsung di Hotel Aston Kupang pada 3-4 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti pula oleh Ketua Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko, para Pejabat Utama Polda NTT, anggota dari berbagai satuan kerja, Bhayangkari, perwakilan instansi lain, serta para Kapolres jajaran yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelatihan menghadirkan Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT Agus E.H., Ketua Yayasan Kesehatan Mental Keluarga, serta para konselor Rumah Bahagia Polda NTT. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam memahami kesehatan mental, mengelola emosi, serta memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan psikologis.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi, melainkan bagian dari upaya membangun lebih banyak individu yang memiliki kepedulian dan kemampuan membantu sesama.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah ikhtiar untuk melahirkan lebih banyak pribadi yang mampu menjadi cahaya bagi sesamanya,” ujar Rudi Darmoko.


BACA JUGA :


Menurutnya, tantangan kehidupan modern kerap menghadirkan berbagai tekanan psikologis yang tidak selalu terlihat oleh lingkungan sekitar. Banyak individu menghadapi persoalan stres, trauma, hingga depresi secara diam-diam. Karena itu, kehadiran orang-orang yang memiliki kemampuan mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan emosional menjadi sangat dibutuhkan.

“Terkadang yang paling dibutuhkan seseorang adalah kehadiran orang lain yang mau mendengarkan, memahami, dan menguatkan,” katanya.

Kapolda melanjutkan bahwa USEFT dipilih sebagai salah satu pendekatan yang dinilai praktis dan mudah diterapkan dalam membantu seseorang mengelola kondisi emosionalnya. Ia mengaku telah mempelajari metode tersebut dan merasakan manfaatnya secara langsung dalam mendukung keseimbangan mental maupun produktivitas kerja.

Kapolda NTT juga mengingatkan para peserta agar memaknai sertifikasi yang diperoleh sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Sertifikat itu adalah amanah. Amanah untuk menghadirkan manfaat, menebarkan kepedulian, dan menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan pendampingan,” tegasnya.


Melalui pelatihan ini, Polda NTT berharap semakin banyak anggota Polri, Bhayangkari, maupun masyarakat yang dapat berperan sebagai agen kesehatan mental di lingkungan masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi jembatan pertolongan awal bagi individu yang tengah menghadapi tekanan emosional maupun persoalan psikologis.

Selanjutnya Polda NTT berencana menggelar terapi massal bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026. Kegiatan tersebut akan melibatkan para peserta pelatihan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendampingan kesehatan mental bagi masyarakat.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *