Presiden Restui Family Office di Bali, Sektor Properti Bakal Kebanjiran Profit!

Bisnis, Pariwisata1394 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, JAKARTA – Melihat perkembangan ekonomi global belakangan ini, di tengah riuhnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, para miliarder dunia kini menolehkan pandangan mereka ke Asia.

Mereka mencari ‘suaka’ baru untuk mengamankan aset yang nilainya mencapai ribuan triliun dolar. Menariknya, Indonesia khususnya Bali berada di posisi yang sangat strategis untuk menangkap peluang emas ini.


Langkah konkret ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan lampu hijau bagi pembentukan family office (kantor pengelolaan kekayaan keluarga kaya) yang terintegrasi dengan Pusat Keuangan Internasional (IFC) di Pulau Dewata. Payung hukumnya pun tengah dikebut di parlemen untuk segera disahkan.

Luhut mengatakan saat ini aturan pembentukan family office tersebut tengah disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan ditargetkan rampung pada 4 Juni 2026.

“Presiden juga setuju untuk mendirikan pusat keuangan internasional, family office, dan pada tanggal 4, saya rasa undang-undang tentang ini akan disahkan di parlemen,” kataya dalam acara ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta, Senin (25/5).

Bagi Bali, ini adalah babak baru yang sangat menarik. Selama ini kita mengenal Bali sebagai destinasi liburan kelas dunia dengan pantai, budaya, dan suasananya yang menenangkan. Bayangkan jika atmosfer work-life balance yang magis itu kini dipadukan dengan ekosistem finansial global super eksklusif. Bali tidak hanya menjadi tempat pelarian dari penatnya rutinitas, tetapi juga menjadi pusat kendali kekayaan global.


BACA JUGA :


Mengapa Konsep Ini Sangat Menjanjikan?

Mengamati pergerakan arus modal, strategi pemerintah kali ini cukup cerdik. Ada beberapa faktor yang membuat proyek KEK Finansial Bali ini sangat potensial bagi masa depan ekonomi kita:

  • Magnet Kredibilitas Global: Kehadiran dana-dana besar dari Timur Tengah atau Eropa bukan sekadar angka di atas kertas. Saat investor kakap mempercayakan asetnya di sini, mereka membawa sentimen positif, kredibilitas, dan kepercayaan pasar global yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.
  • Sentuhan Mentor Kelas Dunia: Pemerintah tidak main-main dalam merancang ekosistem ini. Berdasarkan rekomendasi dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, operasional family office ini nantinya akan didampingi oleh tokoh finansial senior dari Inggris. Langkah ini menjamin bahwa tata kelola yang diterapkan akan langsung mengadopsi standar internasional terbaik.
  • Insentif yang Memikat: Saat ini, lintas kementerian dan lembaga mulai dari Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, OJK, hingga Bank Indonesia sedang meramu skema insentif khusus. Studi komparasi dengan pusat keuangan dunia sedang dilakukan agar regulasi dan fasilitas pajak yang ditawarkan benar-benar kompetitif dan menggiurkan bagi para high-net-worth individuals (HNWI).

Integrasi antara keindahan alam Bali, keamanan nasional yang stabil, dan regulasi finansial yang ramah investor akan menciptakan ekosistem baru yang sulit ditolak oleh para taipan global.

Menurut Luhut, di tengah ketidakpastian ekonomi akibat perang di Timur Tengah, banyak investor global sedang mencari tempat baru untuk menjaga aset hingga triliunan dolar mereka tetap aman.

“Mereka mencari tempat yang tepat untuk berinvestasi dan mereka ingin tetap aman. Jika mereka ingin berinvestasi, mereka juga membawa kredibilitas dan kepercayaan, yang kita butuhkan saat ini untuk membawa Indonesia ke situasi yang lebih baik,” kata Luhut.

Bagi para pelaku bisnis dan investor lokal, momentum ini adalah sinyal kuat untuk mulai bersiap. Kehadiran IFC dan family office di Bali dipastikan akan mendongkrak kebutuhan akan properti premium, layanan hukum internasional, hospitality kelas atas, hingga sektor gaya hidup mewah.


Sementara menurut Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan P. Roeslani, persiapan skema insentif ini masih dalam pembahasan bersama pihak terkait, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bank Indonesia.

“Membicarakan pendirian Indonesia Financial Center yang rencananya akan kita lihat lokasi-lokasinya di Bali, serta hal-hal apa saja yang perlu dilakukan, baik dari segi regulasi, hukum, insentif, dan lainnya,” kata Rosan, Selasa (5/5/2026).

Bali sedang bersiap berevolusi. Bukan lagi sekadar tempat mencari ketenangan pikiran, tetapi juga menjadi rumah baru yang aman bagi pertumbuhan kemakmuran global. Jika Anda sedang mencari momentum terbaik untuk ekspansi atau menanam modal di sektor-sektor pendukung premium, radar Anda harus mulai diarahkan ke Pulau Dewata sejak sekarang.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor pusat INBISNIS Group di Bali untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *