Komitmen Prabowo Bangun Bandara Bali Utara Kembali Disuarakan Tokoh Masyarakat

Ragam85 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, BALI – Tokoh masyarakat Bali kembali menagih komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang telah dijanjikan sejak sebelum dirinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


Komitmen tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi antara wilayah Bali Utara dan Bali Selatan yang selama ini masih menunjukkan ketimpangan infrastruktur dan investasi.

Berdasarkan keterangan resmi Para Penglingsir Puri-Puri se-Jebag Bali (P3SB), Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya membangun Bandara Bali Utara pada 13 Februari 2024 sebelum dilantik menjadi presiden.

Komitmen yang sama kembali disampaikan Prabowo kepada publik pada 3 November 2024 setelah resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Komitmen tersebut disampaikan secara langsung kepada Para Penglingsir Bali pada 13 Februari 2024 sebelum beliau menjadi presiden maupun kepada publik melalui media pada 3 November 2024 setelah beliau menjadi Presiden Republik Indonesia,” demikian pernyataan resmi P3SB yang dikutip detikcom, Jumat (17/7/2026).

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara juga telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Dalam beleid tersebut, pemerintah menetapkan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di wilayah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, beserta pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bali Selatan dan Bali Utara.

“Dengan demikian pembangunan Bandara Internasional Bali Utara telah menjadi kebijakan resmi negara yang patut segera dilaksanakan. Mengingat bahwa pembangunan bandara tersebut telah dinantikan oleh masyarakat Bali selama lebih dari 10 tahun,” tulis P3SB.

Sebagai bentuk tindak lanjut aspirasi masyarakat, para penglingsir puri se-Bali yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali bersama tokoh masyarakat Kubutambahan dan utusan Raja serta Sultan Nusantara melakukan audiensi di Kantor Staf Kepresidenan, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.


BACA JUGA :


Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima langsung rombongan tersebut dan menyatakan bahwa aspirasi pembangunan Bandara Bali Utara akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“KSP akan segera melapor aspirasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini kepada Bapak Presiden,” ujar Dudung dalam keterangan resminya.

Menurut Dudung, proses penentuan lokasi pembangunan maupun kebijakan penunjang lainnya dapat dikaji secara cepat, tepat, dan transparan demi memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Bali.

Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, menegaskan bahwa pembangunan Bandara Bali Utara merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata.

“Kehadiran kami bersama para penglingsir puri, tokoh masyarakat Buleleng, serta didukung Raja dan Sultan Nusantara adalah untuk menindaklanjuti aspirasi keseimbangan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan,” kata Ida.

Ia menambahkan bahwa saat ini pusat pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur Bali masih terpusat di wilayah selatan sehingga banyak generasi muda Bali Utara memilih merantau untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik.

“Saat ini, pusat ekonomi dan infrastruktur masih bertumpu di selatan, sehingga generasi muda di utara terpaksa merantau dan membuat wilayah selatan semakin padat,” lanjutnya.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Mapparessa, turut menyampaikan dukungan para raja dan sultan di Nusantara terhadap pembangunan Bandara Bali Utara yang memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya lokal.


Dalam audiensi tersebut, para tokoh adat dan masyarakat juga memaparkan konsep pembangunan bandara yang diusulkan berada di wilayah lepas pantai Kubutambahan guna menghindari penggusuran permukiman warga serta menjaga kesucian situs adat dan pura di daratan Bali.

Selain itu, proyek strategis ini disebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena seluruh pembiayaan pembangunan direncanakan berasal dari investasi dan pendanaan sektor swasta.

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara diharapkan menjadi solusi pemerataan ekonomi dan pembangunan di Pulau Bali. Masyarakat kini menantikan realisasi komitmen pemerintah yang telah tertuang dalam RPJMN 2025–2029 sebagai langkah strategis membuka akses ekonomi baru bagi Bali Utara.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *