LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Antusiasme masyarakat mengikuti Karnaval Budaya Festival Golo Koe 2026 terus meningkat, dengan sembilan paguyuban telah mendaftar dan pendaftaran masih dibuka hingga 7 Agustus.

Kepala bidang kebudayaan dan kesenian Dinas pariwisata ekonomi kreatif dan kebudayaan, Fransiskus Selmans, mengatakan persiapan karnaval terus dimatangkan melalui rapat koordinasi panitia yang telah memasuki pertemuan keempat.
“Hingga hari ini sudah ada sembilan paguyuban yang mendaftar mengikuti Karnaval Budaya. Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 7 Agustus, setelah itu kami akan melakukan verifikasi terhadap persyaratan peserta,” kata Fransiskus saat diwawancarai, Selasa (28/7/2026).
Panitia tidak menetapkan batas jumlah peserta sehingga kesempatan masih terbuka bagi paguyuban, sanggar seni, komunitas, maupun sekolah yang ingin memeriahkan Festival Golo Koe.
BACA JUGA :
- Pelayaran Kapal Wisata ke Pulau Komodo dan Padar Dibatasi hingga 29 Juli
- Karnaval Budaya Festival Golo Koe Bukan Sekadar Parade, tetapi Doa Bersama
- Event Pariwisata Nasional Dongkrak Ekonomi hingga Ratusan Miliar
- Pariwisata Premium Buka Peluang Investasi di Flores Barat
- Bali dan Labuan Bajo Jadi Magnet Investasi Properti 2026
Menurut Fransiskus, Karnaval Budaya bukan sekadar pawai, melainkan memiliki makna spiritual yang selaras dengan tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergi untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.”
“Kami membuka ruang kepada seluruh paguyuban, kelompok, sanggar, dan sekolah untuk mengikuti karnaval ini. Karnaval bukan sekadar parade, tetapi menjadi doa bersama yang mengajak kita merawat budaya, lingkungan, dan keutuhan ciptaan sesuai tema Festival Golo Koe,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta diharapkan mengenakan kostum khas daerah serta menampilkan tarian dan atraksi seni tradisional sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal.
Festival Golo Koe 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Agustus dan menjadi salah satu agenda tahunan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara.

Melalui karnaval Budaya panitia berharap keterlibatan masyarakat semakin luas dalam memperkuat identitas budaya, ditengah kebersamaan festival Golo koe dan membangun citra pariwisata berbudaya Manggarai Barat Dimata dunia.
Jadi kalau Wisatawan datang karena Komodo maka pulang mereka membawa cerita budaya kita, dan itulah Labuan Bajo dimasa yang akan datang.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor INBISNIS Group di Bali dan Labuan Bajo untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.
















