Labuan Bajo Dibanjiri 500 Ribu Turis Sepanjang 2025, PAD Rp 2,3 Miliar

Pariwisata283 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Sepanjang tahun 2025, Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikunjungi 500.008 wisatawan. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai Barat sebesar Rp 2,3 miliar.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

“Capaian PAD 2025 Rp. 2.330.510.000,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, dilansir Detik.com, Minggu (18/1/2026).

Meski demikian, realisasi PAD tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp 2,6 miliar. Rendahnya capaian ini disebabkan tidak semua wisatawan dikenakan retribusi tiket masuk oleh Disparekrafbud Manggarai Barat. Dari total kunjungan, hanya 67.986 wisatawan yang tercatat membayar retribusi resmi.

Wisatawan yang dikenai retribusi merupakan pengunjung destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan langsung Disparekrafbud Manggarai Barat. Lokasi-lokasi tersebut berada di luar kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.


BACA JUGA :

– City Tour Sehari di Labuan Bajo: Goa, Budaya, dan Senja Bukit Sylvia
– Bupati Manggarai Barat Minta Masyarakat Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
– Fenomena “Whirpool” di Perairan TN Komodo, BMKG Beri Penjelasan
– BTNK Perpanjang Penutupan TN Komodo hingga 20 Januari
– Ritual Sakral Pagar Gaib Cunca Plias Warnai Tradisi Warga Langgo


Beberapa destinasi wisata yang memberikan pemasukan PAD antara lain Gua Batu Cermin dengan kontribusi Rp 918 juta, Gua Rangko sebesar Rp 752 juta, Air Terjun Cunca Wulang Rp 260 juta, serta Puncak Waringin yang menyumbang Rp 221 juta. Selain itu, Ngalor Kalo menghasilkan Rp 15 juta, Pantai Mberenang Rp 23 juta, aktivitas diving Rp 7 juta, dan snorkeling sebesar Rp 132 juta.

Sementara itu, mayoritas wisatawan yang datang ke Labuan Bajo memilih mengunjungi kawasan TN Komodo. Jumlah pengunjung ke kawasan konservasi tersebut mencapai 432.022 orang sepanjang 2025. Pungutan tiket masuk ke TN Komodo dikelola oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dengan total pendapatan yang melebihi Rp 100 miliar.

Stefanus menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak memperoleh bagian dari pendapatan tiket masuk TN Komodo. Seluruh penerimaan tersebut masuk ke kas pemerintah pusat sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2025 mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, total wisatawan tercatat sebanyak 411.349 orang.

Dari sisi asal wisatawan, kunjungan masih didominasi oleh wisatawan mancanegara dengan jumlah 341.955 orang, sementara wisatawan nusantara tercatat sebanyak 158.053 orang.

Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Juli 2025 dengan jumlah 73.275 orang. Adapun jumlah kunjungan terendah tercatat pada Januari, yakni sebanyak 16.646 wisatawan.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *