Pantai Gorontalo Dipenuhi Sampah, Pemda Kerahkan Alat Berat

Pariwisata, Ragam21 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pantai Gorontalo yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, kini dipenuhi sampah kiriman. Dalam dua pekan terakhir, tumpukan limbah membuat kawasan pantai tampak kotor dan kurang terawat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Beragam sampah menumpuk di sepanjang pantai, mulai dari kayu, bambu, plastik, hingga limbah organik. Kondisi ini terlihat sejak Kamis (22/1) dan kian memburuk akibat cuaca ekstrem serta gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo.

Ombak besar diduga membawa sampah dari daratan melalui sungai dan saluran air hingga terdampar di Pantai Gorontalo. Tumpukan sampah ini merusak pemandangan, mengancam ekosistem pesisir, dan mengganggu aktivitas wisata.

Upaya penanganan pun mulai dilakukan. Obe Hormat dari Sudamala Resort, saat dikonfirmasi pada Senin (9/2) siang, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan sudah berjalan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Saat ini pembersihan sudah kita lakukan bersama Pemda setempat dan dukungan dari beberapa hotel yang ada di sekitar area pantai Gorontalo,” ungkapnya, dilansir Labuanbajototerkini.id, Senin (9/2/2026) .

Di lokasi, satu unit alat berat milik Dinas PUPR Manggarai Barat dikerahkan untuk membersihkan sampah. Pembersihan difokuskan dari muara Nanga Nae hingga kawasan pantai sekitar Hotel Luwansa.


BACA JUGA :
– Rumah BUMN Labuan Bajo Gelar Pelatihan Mitigasi Kebakaran untuk UMKM
– Laundry 3 Jam Selesai? Excellent Laundry Membuktikannya!
– Perumda Bidadari Siapkan Layanan Air Bersih, Tokoh Papagarang Beri Dukungan
– Peringati Hari Pers Nasional, 40 KK di Menjaga Terima Bantuan
– Sektor Pariwisata Dongkrak Investasi Manggarai Barat Hingga Rp 1,8 Triliun


Sementara itu, Resort Manager Hotel Luwansa, Putu Alit Saputra, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pembersihan dan tengah menyiapkan langkah lanjutan yang lebih terstruktur.

“Saat ini kami tengah mengevaluasi langkah-langkah lebih masif, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan hotel lain dan organisasi lingkungan buat penanganan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Ia menilai persoalan sampah kiriman perlu ditangani hingga ke hulunya agar tidak terus berulang dan merusak citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan.

“Dinas terkait perlu kerja sama menyeluruh, terutama memperkuat pengawasan dan sistem pengelolaan sampah di wilayah perairan sekitar sini,” harapnya.

Sebagai informasi, Labuan Bajo yang merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat menghasilkan timbulan sampah mencapai 147,31 ton per hari pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 57,16 persen telah berhasil dikelola.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsensius Gande, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung pengelolaan sampah.

“Di TPA Warloka, tersedia landfill, excavator, hanggar alat berat, dua incenerator, serta alat berat lainnya. Selain itu, 12 TPS dan 3 TPS3R telah dibangun di lokasi strategis seperti pasar, pelabuhan, bandara, serta di PDU Labuan Bajo, IWP Wae Kelambu, dan KSU Sampah Komodo,” pungkasnya.

Masalah sampah kiriman di pantai perlu penanganan serius dan berkelanjutan. Kerja sama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat penting untuk pembersihan rutin serta pencegahan dari sumbernya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *