Dokter Australia Juara Lomba Sepeda Ultra Lintang Flores 2025

Event1069 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Dokter asal Australia, Stephen Lane, tampil sebagai juara ajang balap sepeda ultra internasional Lintang Flores 2025. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXcQxpIHJYq2dchMQcRf40P-PV4Vh4k7tJtNf3iCROT6UCg2rrMNsJ_wbkNFpxltb0-pBJp5OSyUZ4JS6L_rbVaTlsTQ4wJ9xafoSveJSk7K_AgbIdCQQh3lCysWjGitBtjo9Tv2


Lane menjadi peserta pertama yang mencapai garis finis di TA’AKTANA, Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo, Selasa (29/4), dengan catatan waktu 55 jam 21 menit.

“Pada 20 menit terakhir sebelum finis, saya disengat lebah, mengalami dua kali kebocoran ban, dan headphone saya tersangkut di roda belakang,” ujar Lane dalam keterangan tertulis yang diterima Labuanbajotoday, Senin (5/5).

Baca juga :INBISNIS Property, Menjadikan Properti Anda Lebih Berharga

Ia juga berpesan kepada peserta yang ingin mengikuti ajang ini di masa depan untuk tidak terburu-buru. 

“Jangan lakukan dengan caraku dan mencoba melakukannya dengan cepat. Lakukan sedikit lebih lambat bersama yang lain. Nikmati pesisir selatan, karena indah. Di pesisir utara, bersiaplah, karena medannya kasar dan tidak rata,” tambahnya.

Dari total 39 peserta yang ikut serta dalam Lintang Flores 2025, sebanyak 21 pesepeda ultra dari berbagai negara berhasil menaklukkan medan berat dan menyelesaikan perlombaan sebelum batas waktu berakhir.

Kemenangan Lane menjadi semakin istimewa karena ia menyelesaikan lomba dua hari sebelum batas cut off time (COT). Catatan waktunya bahkan memecahkan rekor tahun sebelumnya, yang dipegang oleh Boru Mccullagh asal Inggris dengan waktu 70 jam.

Baca juga :366 Property Hadirkan Standar Baru dalam Investasi Labuan Bajo

Sementara itu, pesepeda muda asal Sidoarjo, Jawa Timur, Zidan Attala Nouval, berhasil finis di urutan kedua dengan waktu 62 jam 7 menit. Ia diikuti oleh peserta asal Inggris, Stephen Dow, yang mencatatkan waktu 70 jam 18 menit.

Zidan mengaku menghadapi sejumlah kendala teknis selama lomba, termasuk suhu dingin saat malam hari. Namun semangatnya tidak surut untuk mencatatkan hasil terbaik.

“Setelah melewati laut, pemandangan berlanjut ke bukit savana. Soal pemandangan, tidak ada yang bisa menyaingi tempat ini,” ujar Zidan.


Inisiator Lintang Flores, Renaldus Iwan Sumarta, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan tahun ini.

“Saya berharap Lintang Flores dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata olahraga di Pulau Flores, menjadikannya destinasi ikonik dunia. Saya menantikan kehadiran Anda semua, serta lebih banyak lagi pesepeda ultra dari dalam maupun luar negeri, di Lintang Flores 2026,” ujarnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, penyelenggara dan peserta kembali menyisihkan sebagian pendapatan lomba untuk mendukung Komunitas Pencegahan Stunting bagi Anak di Ende.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *