KSOP Imbau Kapal Hindari Perairan Selatan Pulau Padar 6–9 Mei

Pariwisata3103 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengeluarkan pemberitahuan resmi terkait kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXcQxpIHJYq2dchMQcRf40P-PV4Vh4k7tJtNf3iCROT6UCg2rrMNsJ_wbkNFpxltb0-pBJp5OSyUZ4JS6L_rbVaTlsTQ4wJ9xafoSveJSk7K_AgbIdCQQh3lCysWjGitBtjo9Tv2


Imbauan tersebut dikeluarkan seiring dengan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG yang berlaku mulai tanggal 6 Mei  hingga 9 Mei 20225. 

Dalam surat pemberitahuan resmi bernomor 01/NTM-V/2025 tertanggal 5 Mei 2025, KSOP meminta kepada seluruh kapal yang akan berlayar di wilayah tersebut agar mewaspadai kondisi cuaca buruk, terutama di wilayah selatan Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo. 

Baca juga :Gabung Sekarang! Open Trip Harian Menyenangkan di Labuan Bajo

Wilayah tersebut diperkirakan mengalami gelombang tinggi dengan intensitas sedang hingga kuat.

“Diharapkan kapal-kapal menghindari perairan Selatan Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo karena potensi gelombang tinggi dan angin kuat,” tulis, Stephanus Risdianto Kepala Kantor KSOP Labuan Bajo dalam surat pemberitahuannya.

Pihaknya juga menginstruksikan agar seluruh nakhoda memastikan kondisi kapal layak laut dan mencari perlindungan jika menghadapi cuaca buruk. 

Selain itu, jika menemukan indikasi bahaya cuaca di laut, nakhoda diminta segera menginformasikan kepada kapal lain serta berkoordinasi dengan pihak syahbandar dan BASARNAS jika situasi memburuk.

Baca juga :366 Property Hadirkan Standar Baru dalam Investasi Labuan Bajo

Lebih lanjut, syahbandar juga akan mengeluarkan pemberitahuan penundaan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) jika kondisi cuaca dinyatakan semakin memburuk.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menjelaskan bahwa saat ini perairan Selat Sape bagian utara masih berada pada kategori gelombang rendah, berkisar antara 0,4 hingga 1 meter. Namun, untuk perairan bagian selatan, gelombang bisa mencapai kategori sedang hingga 1,5 meter.

“Kondisi tinggi gelombang ini bisa berubah sewaktu-waktu, terutama jika terbentuk awan cumulonimbus atau awan petir. Awan ini bisa memicu angin kencang berdurasi singkat dan meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan,” ujar Maria Seran, Senin (5/5/2025).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXeJjhlBaOOr-jSX6uf98hikHJtIbHUPvUf-0eddYC0zzN9UN8BIsA7c6uGyI3Zq4V-4zdItCtTuTgj5sFglH7wVPl32hNjaZiViiJX-NPnCzs44XNAwmZpB8VeS9mQYDTKlP42yYCE8cxRAgNzAXc3XnUY


Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa meski saat ini memasuki musim kemarau, potensi hujan tetap ada dan bisa disertai petir. Oleh karena itu, aktivitas di area terbuka seperti lapangan dan persawahan sebaiknya dihindari ketika terlihat awan gelap mulai terbentuk.

“Bagi nelayan dan pelaku wisata bahari, mohon selalu memperhatikan dan memperbarui informasi cuaca serta tinggi gelombang melalui kanal resmi BMKG,” tambah Maria.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *