PT KWE dan PHC Sudah Temui Warga Pulau Komodo

Bisnis, Pariwisata5767 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Perusahaan PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) bersama PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) telah bertemu dengan warga Pulau Komodo pada Rabu (13/8/2025) lalu.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXeJjhlBaOOr-jSX6uf98hikHJtIbHUPvUf-0eddYC0zzN9UN8BIsA7c6uGyI3Zq4V-4zdItCtTuTgj5sFglH7wVPl32hNjaZiViiJX-NPnCzs44XNAwmZpB8VeS9mQYDTKlP42yYCE8cxRAgNzAXc3XnUY


ā€œMereka datang menemui warga pada tanggal 13 Agustus lalu,ā€ kata Firman, Ketua Ikatan Ata Modo, Minggu (24/8/2025).

Menurut Firman, kehadiran perusahaan menimbulkan kecurigaan. Ia menegaskan, tidak ada kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan itu.

Baca juga :LABAHO, Layanan Wisata Lengkap di Labuan Bajo

ā€œTidak ada kesepakatan apa-apa. Kami ini sudah jadi mainan korporasi. Kalau kamu masuk, hargai rumah. Kalau tidak mau hargai, ya jangan datang,ā€ tegasnya.

Dalam pertemuan itu, perusahaan menjawab sejumlah pertanyaan warga, termasuk soal jumlah bangunan yang mencapai 619 unit.

Perwakilan PT KWE membenarkan hal tersebut dan mengakui data-data tentang pembangunan fasilitas di Pulau Padar yang beredar di medsos. Mereka juga sedang mengajukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ke UNESCO.

Baca juga :Lima Tahun ke Depan, Target 1 Juta Wisatawan ke Labuan Bajo

Namun, warga menyesalkan proses itu karena tidak melibatkan masyarakat.

ā€œMirisnya, masyarakat Komodo tidak tahu sama sekali tentang AMDAL itu. Kita merasa ditipu oleh PT KWE,ā€ kata Firman.

Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya beberapa perusahaan ini pernah ditolak keras oleh masyarakat. Kini, pola yang sama kembali terulang.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXcQxpIHJYq2dchMQcRf40P-PV4Vh4k7tJtNf3iCROT6UCg2rrMNsJ_wbkNFpxltb0-pBJp5OSyUZ4JS6L_rbVaTlsTQ4wJ9xafoSveJSk7K_AgbIdCQQh3lCysWjGitBtjo9Tv2


ā€œApalagi tawarannya cuma pekerjaan yang mungkin bullshit. Kita anak muda lebih pilih bangun ekonomi kita sendiri, dari kaki kita sendiri,ā€ ujarnya.

Firman menegaskan, hingga kini sikap warga Pulau Komodo tetap konsisten: menolak kehadiran perusahaan di kawasan Taman Nasional Komodo.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *