Fenomena “Whirpool” di Perairan TN Komodo, BMKG Beri Penjelasan

Pariwisata97 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Rekaman video yang memperlihatkan arus laut berputar di kawasan perairan Taman Nasional Komodo ramai diperbincangkan warganet. Video tersebut mulai tersebar luas di media sosial Facebook sejak Rabu (14/1/2025) dan menarik perhatian pelaku wisata maupun masyarakat pesisir.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Video itu pertama kali dibagikan oleh salah satu pelaku pariwisata Labuan Bajo, Budi Widjaja, melalui akun Facebook pribadinya. Dalam rekaman tersebut terlihat pusaran arus laut yang cukup kuat. Video ini direkam oleh nelayan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Komodo memberikan penjelasan ilmiah terkait kondisi perairan di kawasan tersebut. Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menyampaikan bahwa perairan Taman Nasional Komodo termasuk kategori perairan semi tertutup sehingga relatif terlindung dari hantaman gelombang laut lepas.

Menurutnya, gelombang dengan ketinggian signifikan lebih sering terjadi di wilayah perairan terluar. Sementara di dalam kawasan taman nasional, gelombang tinggi bersifat tidak menetap dan biasanya hanya muncul pada kondisi tertentu, seperti saat hujan disertai angin kencang.

Maria menekankan bahwa faktor utama yang perlu diwaspadai dalam keselamatan pelayaran di wilayah ini bukan semata gelombang laut, melainkan pergerakan arus yang dinamis dan kompleks.

“Perairan ini sering ditandai oleh keberadaan pusaran arus (whirlpool), pertemuan arus, dan arus balik yang dipengaruhi oleh variasi batimetri yang tajam, topografi kepulauan yang kompleks, serta banyaknya celah sempit antar pulau,” kata Maria dilansir Kompas.com, Kamis (15/1/2026).


BACA JUGA :

– Peringatan Cuaca Laut, Pelayaran Wisata Labuan Bajo Dihentikan Sementara
– KSOP Hentikan Sementara Pelayaran Wisata di Labuan Bajo Akibat Ancaman Cuaca Buruk
– Cuaca Mendung, Aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo Sepi
– 3 Destinasi Wisata di Labuan Bajo hingga 15 Januari Akibat Cuaca Buruk
– Pelabuhan Marina Labuan Bajo Terpantau Sepi Aktivitas Sore ini


Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut diperkuat oleh aliran massa air yang berasal dari Laut Flores, Selat Sumba, dan Samudra Hindia. Pertemuan arus dari berbagai arah ini menciptakan efek penyempitan (bottleneck) yang menyebabkan arus menjadi lebih kuat dan tidak stabil.

“Dinamika ini semakin dipengaruhi oleh pasang surut, terutama pada fase peralihan, misalnya dari fase pasang tertinggi menuju surut yang dapat memicu pusaran dan arus menyilang,” ujar Maria.

“Karena bersifat lokal dan sangat dipengaruhi topografi atas dan topografi bawah laut atau batimetri, fenomena arus ini tidak selalu tercermin dalam prakiraan tinggi gelombang, sehingga risiko pelayaran tetap dapat terjadi meskipun kondisi gelombang terpantau rendah,” katanya lagi.

Lebih jauh, Maria menyebutkan bahwa Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama unsur maritim lainnya telah melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap wilayah-wilayah perairan yang berpotensi berbahaya. Area tersebut umumnya memiliki karakteristik arus kuat, pertemuan arus, serta potensi pusaran.

Ia menambahkan bahwa kemunculan pusaran arus di perairan Taman Nasional Komodo tidak berlangsung sepanjang waktu, melainkan muncul pada periode tertentu dan dapat berulang.

Pembentukan whirlpool sangat berkaitan dengan dinamika pasang surut laut. Dalam satu hari, umumnya terjadi dua kali pasang dan dua kali surut. Pada fase peralihan tertentu, arus dapat mengalami penguatan, perubahan arah, dan membentuk pusaran maupun arus menyilang.

“Oleh karena itu, informasi dan jadwal pasang surut menjadi aspek penting yang perlu diketahui dan dipantau secara berkala oleh para pelaut sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Berpengaruh pada Kendali Kapal

Maria juga menjelaskan bahwa pusaran arus lebih berdampak pada kemampuan kapal dalam bermanuver. Whirlpool dan arus kuat dapat membuat kapal sulit dikendalikan, terutama di jalur sempit antar pulau.

Ia menuturkan bahwa insiden di perairan Komodo umumnya berkaitan dengan kesalahan manuver kapal di area berarus kuat.

“Biasanya awak kapal yang sering wara-wiri di TN Komodo sudah paham karakteristik di perairan ini. Diantisipasi dengan perencanaan rute, timing atau waktu berlayar, dan pemantauan pasang surut,” katanya.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *