6 Tahun Tunggu Sertifikat, Warga Soroti Kinerja BPN Manggarai Barat

Ragam184 Dilihat

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat kembali menjadi pusat perhatian publik. Hal ini terjadi setelah Rikardus Nganca (35) mengeluhkan lambannya proses pengurusan sertifikat tanah yang diajukan sejak 2019 dan belum selesai hingga kini.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Pada Selasa (20/01), Rikardus datang ke kantor pertanahan untuk menanyakan status berkas tanah milik saudaranya, Silvester, yang terletak di Warloka.

Ia menyampaikan bahwa seluruh dokumen telah dikirim dan diproses selama enam tahun, namun tidak ada perkembangan yang jelas.

“Ini bukan waktu yang singkat. Sudah enam tahun, tapi belum juga selesai,” ujar Rikardus dalam video rekaman yang beredar. Ia menuntut agar pihak BPN bertanggung jawab atas lambatnya pelayanan serta minimnya komunikasi selama proses berlangsung.

Seorang staf yang memperkenalkan diri sebagai Gede menjelaskan bahwa berkas tersebut ditangani oleh pegawai bernama Feril. Namun, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena pegawai terkait tidak hadir pada jam pelayanan, dan nomor teleponnya tidak aktif.


BACA JUGA :

– Operasi Ketupat 2026: Polres dan Instansi Manggarai Barat Tertibkan Rental dan Ojol
– Alfridus Ndarung Dukung Perumda Bidadari Pemasok Air Kapal Wisata
– ASITA NTT Usulkan Pelayaran Kapal Wisata Secara Parsial di Labuan Bajo
– Labuan Bajo Dibanjiri 500 Ribu Turis Sepanjang 2025, PAD Rp 2,3 Miliar
– Penutupan Pelayaran Kapal Wisata di Labuan Bajo Diperpanjang sampai 27 Januari


Kondisi ini memicu kemarahan Rikardus. Ia mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan internal BPN bisa membiarkan pegawai mangkir tanpa ada sanksi.

“Pegawainya seperti dibiarkan mangkir tanpa keterangan. Seolah-olah kebal terhadap sanksi dan aturan,” tegasnya. Ia juga menekankan agar tidak ada praktik yang merugikan masyarakat atau muncul “mafia” di dalam instansi.

Rikardus menegaskan harapannya agar pegawai yang lalai segera ditindak, dan pelayanan pertanahan tidak merusak citra Manggarai Barat yang sedang berkembang.

Namun Kepala Kantor ATR/BPN Manggarai Barat, Daniel Lionesi, mengatakan insiden ini menjadi pelajaran untuk memperbaiki pelayanan.

“Iya, hikmah baik untuk kami jajaran pertanahan guna penanganan dan penyelesaian tunggakan pelayanan,” kata Daniel.

Ia menambahkan, pihaknya akan menuntaskan tunggakan berkas dengan melakukan pembaruan data serta menangani kasus yang menjadi perhatian publik.

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *