LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Pendapatan dari sektor retribusi pelayanan kebersihan atau pengelolaan sampah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang tahun 2025 mencatat capaian Rp 3,3 miliar.

Pungutan tersebut dikelola melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan setempat.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manggarai Barat Maria Yuliana Rotok, menyampaikan bahwa penerimaan tersebut berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
“(Retribusi) sampah, pelayanan kebersihan dari target Rp 2,8 miliar terealisasi sebesar 120 persen atau Rp 3,3 miliar,” ujar Maria, dilansir Detikbali, Selasa (3/2/2026).
Perempuan yang dikenal dengan sapaan Leli itu menjelaskan, kontribusi retribusi sampah menjadi salah satu penyumbang utama bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Selain itu, sumber penerimaan terbesar lainnya berasal dari layanan kesehatan di RSUD Komodo sebesar Rp 49,5 miliar, kemudian diikuti retribusi pelayanan Dinas Kesehatan serta sektor persampahan.
BACA JUGA :
– Donor Darah Warnai HUT ke-54 Basarnas di Labuan Bajo, 56 Kantong Terkumpul
– KSOP Perpanjang Penutupan Kapal Wisata di Labuan Bajo sampai 4 Februari
– Kapal Wisata Ditutup, Sejumlah Destinasi Darat Labuan Bajo Tetap Beroperasi
– Polisi Limpahkan Berkas Kasus KM Putri Sakinah ke Kejaksaan
– Kesiapan Angkutan Lebaran, Kemenhub Periksa Kelaikan Kapal di Labuan Bajo
Hal serupa dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsensius Gande. Ia mengungkapkan volume sampah di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya sepanjang 2025 mencapai puluhan ribu ton, namun jumlah yang tertangani masih belum separuhnya.
“Total timbulan sampah Kabupaten Manggarai Barat 2025 sebanyak 53.768,70 ton, per hari 147,31 ton,” kata Vinsensius, Senin.
Ia merinci, komposisi sampah harian didominasi jenis organik sekitar 80,81 ton. Berikutnya plastik 36,37 ton, kertas atau karton 10,9 ton, logam dan kaca 7,07 ton, serta tekstil residu 12,16 ton.

“Sampah yang ditangani atau dikelola 84,20 ton per hari atau 30.734,61 ton per tahun,” jelas Vinsensius.
Upaya pengelolaan dilakukan melalui berbagai fasilitas, seperti bank sampah, TPS3R, dan sarana lainnya dengan total penanganan 21.723,89 ton per tahun atau sekitar 59,52 ton setiap hari. Sementara itu, pemrosesan akhir di TPA Warloka tercatat mencapai 9.010,61 ton dalam setahun.
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Mari bergabung di Group WA berita LABUAN BAJO TODAY setiap hari.
Nikmati berita terkini tentang Wisata dan Investasi di Labuan Bajo.










